Bupati Grobogan Terima Audiensi Tim ‘Run for Rivers’, Bahas Kolaborasi Pelestarian Ekosistem Sungai

Grobogan – Bupati Grobogan, Bapak Setyo Hadi, memimpin rapat audiensi bersama tim Sungai Watch dalam rangkaian kampanye Run for Rivers di Ruang Kerja Bupati pada Senin (27/4). Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi oleh Sekda Anang Armunanto, Staf Ahli Bupati, serta jajaran perangkat daerah terkait. Rapat ini difokuskan pada pembahasan langkah-langkah konkret untuk menjaga kebersihan sungai dari hulu ke hilir sebagai ruang hidup masyarakat. Bupati Setyo Hadi menekankan bahwa persoalan polusi plastik bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan tantangan sosial yang memerlukan edukasi masif dan aksi nyata di lapangan. Beberapa poin utama yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut antara lain: Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk menjadikan isu kebersihan sungai sebagai bagian dari agenda keberlanjutan wilayah, guna memastikan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.

Wujudkan Fiskal yang Adaptif: Langkah Pemerintah Daerah Menata Anggaran Pembangunan

Pengelolaan anggaran tidak hanya bicara angka, tetapi tentang memastikan kebutuhan yang mendesak tetap dapat direspons dengan perencanaan yang cermat. Jumat (24/4/2026), Sekda Anang Armunanto memimpin rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang rapat Sekda, diikuti antara lain oleh Asisten Administrasi Umum Sekda, Bapperida, BPPKAD, DPUPR, Disperakim, Dispendukcapil, dan Disporabudpar. Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya mencermati berbagai kebutuhan prioritas, termasuk langkah-langkah penataan melalui mekanisme pergeseran anggaran agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Dalam pembahasan, turut dicermati berbagai dinamika pendanaan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan keberlanjutan program strategis dan prioritas pembangunan. Keterlibatan perangkat daerah lintas sektor menjadi penting agar setiap langkah yang ditempuh dapat diselaraskan, terukur, dan tetap mendukung pelayanan kepada masyarakat. Rapat ini juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga agar perencanaan fiskal tetap adaptif terhadap perkembangan yang ada, tanpa mengabaikan prioritas pembangunan maupun kebutuhan publik yang harus terus direspons. Pada akhirnya, pengelolaan anggaran yang cermat diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah menjaga keberlangsungan program pembangunan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.

Akselerasi Pembangunan: Pemkab Grobogan Gandeng Undip dan Evaluasi Kinerja Triwulan I

PURWODADI – Senin, 20 April 2026, menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola pemerintahan Kabupaten Grobogan. Bertempat di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Purwodadi, jajaran pimpinan daerah melaksanakan dua agenda strategis: penandatanganan kerja sama akademis dan rapat koordinasi pengendalian pembangunan. Acara diawali dengan Penandatanganan Kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Grobogan dengan Universitas Diponegoro (Undip). Wakil Bupati Grobogan, Bapak Sugeng Prasetyo, S.E., M.M., bersama Sekretaris Daerah Bapak Dr. Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., secara resmi menjalin sinergi ini untuk memperkuat sektor penelitian dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Grobogan. “Kolaborasi dengan Undip diharapkan mampu membawa inovasi ilmiah untuk menjawab tantangan pembangunan daerah secara lebih presisi,” ujar Bapak Sugeng Prasetyo. Usai seremoni kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakorpeng) Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Triwulan I Tahun 2026. Rapat ini dipimpin langsung oleh Sekda Dr. Anang Armunanto. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya percepatan serapan anggaran dan ketepatan waktu pelaksanaan proyek fisik maupun non-fisik agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Melalui dua agenda ini, Pemkab Grobogan menunjukkan komitmen ganda: membuka diri terhadap kemajuan ilmu pengetahuan melalui jalur akademis, sekaligus tetap disiplin dalam mengawal akuntabilitas pembangunan internal demi kemajuan Bumi Purwodadi.

Semarak KaTa Kreatif di Grobogan, Ruang Kolaborasi untuk Menguatkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Purwodadi— Pelaku usaha UMKM dan ekonomi kreatif membutuhkan ruang untuk saling terhubung dan membuka peluang baru. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu wadah yang mempertemukan berbagai potensi tersebut dalam satu tempat. Semarak KaTa Kreatif (Kabupaten/Kota Kreatif) menjadi salah satu ruang kolaborasi strategis melalui ajang pameran produk ekonomi kreatif yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, akademisi, pelaku bisnis, dan komunitas dalam ekosistem yang saling mendukung. Sabtu (18/4/2026), Bupati Grobogan Setyo Hadi menghadiri kegiatan Semarak KaTa Kreatif Jawa Tengah dan Festival Kuliner Kabupaten Grobogan di Alun-Alun Purwodadi, didampingi Wakil Bupati H. Sugeng Prasetyo. Kegiatan ini menghadirkan pelaku usaha dari berbagai daerah, sekaligus membuka ruang interaksi langsung dengan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran. “Kegiatan ini bukan sekadar ajang pameran, tapi juga menjadi ruang silaturahmi, ruang berbagi inspirasi, dan tentunya ruang untuk saling belajar antar pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” ujarnya. Ia menambahkan, peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah perlu terus diperkuat melalui ruang-ruang pertemuan seperti ini. “Saya berharap UMKM kita semakin naik kelas, semakin dikenal luas, dan tentunya semakin bisa menghadapi perubahan dan perkembangan zaman,” lanjutnya. Sebanyak sekitar 30 stan produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Tengah serta 40 stan kuliner khas Grobogan turut meramaikan kegiatan ini. Momentum tersebut, menurut Bupati, perlu dimanfaatkan tidak hanya untuk bertransaksi, tetapi juga memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama. Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi aktif. “Mari kita ramaikan kegiatan ini. Datang, belanja, dan dukung produk lokal kita sendiri. Karena dengan membeli produk UMKM, kita ikut membantu perekonomian daerah,” katanya. Di akhir sambutannya, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur saat pelaksanaan, tetapi juga dari bagaimana kondisi lingkungan tetap terjaga setelah kegiatan selesai. Usai pembukaan, Bupati bersama Wakil Bupati meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan para pelaku usaha, melihat langsung produk-produk yang ditampilkan serta respons pengunjung di lapangan. Mendampingi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Anang Armunanto turut berkeliling area pameran. Ia menyempatkan mencicipi sejumlah sajian, seperti Dawet Bayat dan Wedang Coro khas Demak, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada peserta dari berbagai kabupaten/kota yang telah berpartisipasi. Rangkaian Semarak KaTa Kreatif Jawa Tengah 2026 di Grobogan berlangsung selama tiga hari, 17–19 April 2026. Beragam agenda digelar, mulai dari lomba kuliner, pertunjukan seni dan musik, sarasehan ekonomi kreatif, hingga Grobogan Night Carnival, yang melibatkan komunitas dan pelaku kreatif dari berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, ruang-ruang pertemuan seperti ini diharapkan tidak berhenti pada aktivitas jual beli semata, tetapi juga membuka jalan bagi terbentuknya jejaring dan kolaborasi yang lebih luas. Dengan begitu, geliat UMKM dan ekonomi kreatif dapat terus tumbuh serta memberi dampak bagi perekonomian daerah. (jsa)

Digitalisasi PBB: Pemkab Grobogan Gandeng Lembaga Lokal Guna Membumikan Layanan Non-Tunai

PURWODADI – Transformasi digital di sektor perpajakan daerah terus dipacu guna memberikan kemudahan bagi wajib pajak. Pada Selasa (14/4/2026), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, didampingi Kepala BPPKAD, menerima audiensi strategis dari Lembaga Kursus Komputer (LKK) Wahana Prestasi asal Desa Panunggalan, Pulokulon. Pertemuan ini menjadi ajang diskusi krusial mengenai pengembangan platform layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berbasis digital. Fokus utamanya adalah bagaimana menciptakan sistem informasi dan pembayaran non-tunai yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga ramah bagi pengguna di tingkat pedesaan. Keterlibatan Wahana Prestasi membawa perspektif unik dalam audiensi ini. Sebagai lembaga pelatihan yang berakar di lingkungan desa, mereka memahami betul hambatan psikologis dan teknis yang sering dialami masyarakat saat berhadapan dengan aplikasi digital. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi teknologi tidak justru menciptakan jarak bagi warga. Layanan PBB digital harus sesederhana mungkin agar warga di pelosok desa pun merasa nyaman beralih ke pembayaran non-tunai,” ungkap perwakilan Wahana Prestasi. Dalam pemaparannya, dibahas mengenai integrasi data yang memungkinkan masyarakat mengecek tagihan secara real-time. Sekda Anang Armunanto menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah memperkuat akuntabilitas pengelolaan pajak daerah. Meskipun pertemuan ini bersifat pertukaran pandangan dan belum mengikat pada keputusan formal, audiensi ini menandai keterbukaan pemerintah terhadap masukan dari akar rumput. Harapannya, sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan lokal dapat mempercepat literasi digital masyarakat. Dengan layanan yang lebih mudah dipahami, target optimalisasi pendapatan daerah melalui PBB diharapkan dapat tercapai tanpa membebani masyarakat dengan prosedur yang rumit. Digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata untuk pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien di Kabupaten Grobogan.

Borong Penghargaan Nasional, PT BPR BKK Purwodadi Raih Platinum Trophy di TOP BUMD Awards 2026

GROBOGAN – PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terbaik di Indonesia. Dalam ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan di Dian Ballroom Hotel Raffles Jakarta pada Senin (13/4), bank milik daerah ini sukses memboyong penghargaan tertinggi berupa Platinum Trophy. Predikat Platinum Trophy ini merupakan penghargaan eksklusif yang hanya diberikan kepada BUMD yang mampu mempertahankan gelar “Bintang Lima” selama lima tahun berturut-turut, terhitung sejak tahun 2022 hingga 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan, kepemimpinan, dan manajemen yang sangat baik. Selain trofi utama, Kabupaten Grobogan juga membawa pulang tiga kategori penghargaan lainnya, yaitu: Direktur Utama PT BPR BKK Purwodadi, Anita Fitriani Yusuf, menjelaskan bahwa pencapaian ini didasarkan pada penilaian ketat oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi dan akademisi. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari inovasi produk, kontribusi terhadap pemerintah daerah, hingga peran aktif perusahaan dalam mendukung sistem ketahanan pangan melalui kemitraan strategis. Inovasi Digital dan Kontribusi Ekonomi Sejalan dengan visi modernisasi, BPR BKK Purwodadi kini memperkuat layanan digitalnya melalui fitur Virtual Account. Layanan ini memudahkan nasabah melakukan transaksi transfer tanpa harus datang ke kantor fisik. Dalam waktu dekat, perusahaan juga akan meluncurkan aplikasi mobile banking bernama “Kamoe”. Aplikasi ini dirancang sebagai platform serbaguna untuk berbagai pembayaran, seperti tagihan listrik, paket data, telepon, pajak, hingga transfer antarbank. Secara finansial, kinerja perusahaan pada tahun 2026 sangat impresif dengan raihan dividen sebesar Rp25,7 miliar. Keuntungan tersebut dibagikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Grobogan sebagai pemegang saham. Khusus untuk Pemkab Grobogan, kontribusi dividen yang disetorkan mencapai Rp14,3 miliar. Angka ini merupakan imbal hasil yang sangat signifikan mengingat total modal yang disetor Pemkab Grobogan sebesar Rp34,5 miliar. Pencapaian ini menegaskan bahwa PT BPR BKK Purwodadi tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mendorong pembangunan ekonomi di daerah melalui inovasi yang berkelanjutan dan tata kelola perusahaan yang transparan.

Sinkronisasi Regulasi: Upaya Sekda Grobogan Jaga Keberlanjutan Pemerintahan Desa melalui Juknis Pilkades

Menyiapkan pemilihan kepala desa bukan sekadar soal tahapan, tetapi memastikan setiap proses memiliki kejelasan dan dapat dijalankan dengan tertib. Senin (13/4/2026), Sekda Anang Armunanto memimpin rapat koordinasi bersama Dispermades di Ruang Rapat Sekda untuk membahas petunjuk teknis pemilihan kepala desa di Kabupaten Grobogan. Hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Asisten Pemerintahan dan Kesra, serta Kabag Hukum Setda. Rapat ini difokuskan pada penyusunan pedoman operasional penyelenggaraan pemilihan kepala desa agar selaras dengan ketentuan terbaru dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024. Pedoman ini disiapkan untuk memberi kejelasan bagi seluruh tahapan, mulai dari persiapan, pencalonan, pemungutan suara, hingga penetapan hasil. Dalam pembahasan, turut disoroti dinamika regulasi turunan yang masih dalam proses. Sejumlah penyesuaian mulai dipertimbangkan, termasuk mengantisipasi berbagai kondisi di lapangan agar keberlanjutan pemerintahan desa tetap terjaga. Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya kesiapan teknis dan kelembagaan, mulai dari panitia hingga pengawasan di lapangan. Hal ini menjadi penting agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai aturan, sekaligus meminimalkan potensi kendala yang dapat memengaruhi jalannya proses.Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan tata kelola, tetapi juga berpengaruh pada kepercayaan masyarakat desa. Kejelasan aturan dan konsistensi pelaksanaan menjadi penting agar setiap tahapan dapat dipahami bersama dan berjalan lebih tertib. Melalui penyusunan petunjuk teknis ini, pemerintah daerah berupaya menjaga agar pelaksanaan pemilihan tetap terarah, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di tingkat desa.

Jembatan Garuda di Sungai Lusi Mulai Dibangun, Perkuat Akses dan Keselamatan Warga Kedungrejo

Purwodadi—Akses yang terhubung bukan hanya soal memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur. Di wilayah dengan kondisi geografis tertentu, kehadiran jembatan kerap menjadi penentu kelancaran aktivitas warga, dari mobilitas harian hingga akses menuju layanan dasar seperti pendidikan. Selasa (31/3/2026), Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo menghadiri kegiatan groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Lusi yang menghubungkan Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi. Jembatan sepanjang 100 meter ini dirancang untuk melayani sekitar 800 kepala keluarga. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda yang digagas pemerintah pusat dan dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah. Dalam keterangannya, Sugeng menyampaikan bahwa Kabupaten Grobogan menjadi salah satu penerima manfaat, dengan alokasi sembilan jembatan, terdiri dari dua jembatan dukungan Aramco dan tujuh jembatan gantung. “Alhamdulillah hari ini kita Pemda Grobogan ikut bersama-sama dalam groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Jawa Tengah. Dari program ini, Grobogan mendapatkan sembilan jembatan. Ini bentuk pemerataan infrastruktur yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, satu jembatan sebelumnya telah diresmikan di Kedungjati, sementara pembangunan yang dimulai saat ini di Desa Kedungrejo dan Desa Cingkrong menjadi bagian dari tahap berikutnya. Ke depan, masih terbuka kemungkinan adanya tambahan pembangunan, seiring dengan kebutuhan akses di sejumlah wilayah. Menurut Sugeng, keberadaan jembatan ini tidak hanya akan memperpendek jalur transportasi, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan, terutama bagi pelajar yang selama ini harus melintasi jalur berisiko, sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto. “Harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto, seperti yang sering disampaikan, adalah memastikan anak-anak bisa bersekolah dengan aman. Tidak ada lagi yang harus menghadapi risiko saat menyeberang,” tambahnya. Di lokasi yang sama, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari tahap ketiga dan keempat di wilayah Kodam IV/Diponegoro, yang dilaksanakan secara serentak agar penyelesaiannya dapat berlangsung dalam waktu yang relatif bersamaan. Menurutnya, program ini menjadi wujud kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses antar desa. “Ini program pusat yang dikerjakan TNI melalui karya bakti bersama masyarakat. Bukan semata proyek kontraktual, tetapi gotong royong untuk membuka akses yang selama ini terputus,” jelasnya. Ia juga mendorong masyarakat maupun pemerintah daerah lain yang masih memiliki wilayah dengan keterbatasan akses untuk menyampaikan laporan, agar dapat diinventarisasi dan ditindaklanjuti melalui program serupa. Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan sejak peletakan batu pertama. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Purwodadi, Kepala Desa Kedungrejo, serta masyarakat setempat. Dengan pelaksanaan yang melibatkan berbagai pihak dan berbasis kebutuhan riil di lapangan, pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan rasa aman dan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (jsa)

Pastikan Lebaran Aman, Bupati Setyo Hadi dan Forkopimda Cek Kesiapan Jalur Mudik hingga Stok Pangan

GROBOGAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Bupati Grobogan, Setyo Hadi, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik vital di pusat kota pada Senin (16/3/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh sarana prasarana dan kebutuhan pokok siap melayani masyarakat serta pemudik. Titik pertama adalah Pasar Nglejok, di mana rombongan memantau harga dan ketersediaan bahan pangan. Bupati menegaskan bahwa stok sembako terpantau aman meski ada fluktuasi harga pada komoditas tertentu. Selanjutnya, tim bergeser ke SPBU Ayodya dan SPPBE Putat guna menjamin distribusi bahan bakar serta ketersediaan gas elpiji tetap lancar selama masa puncak mudik. Sektor transportasi juga menjadi perhatian serius. Di Terminal Purwodadi, Bupati berinteraksi dengan petugas untuk memastikan kelaikan armada bus. Rangkaian sidak ditutup di Pos Pelayanan (Pos Yan) Simpang Lima Purwodadi, yang menjadi pusat komando pengamanan dan pelayanan kesehatan bagi pengendara. “Kami ingin memastikan integrasi antara keamanan di Pos Yan, kenyamanan di terminal, hingga stabilitas energi di SPBU berjalan optimal. Sinergi Forkopimda ini adalah kunci agar perayaan Idul Fitri di Grobogan tetap kondusif,” ujar Setyo Hadi. Melalui kesiapan di lima titik strategis ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan optimis dapat menyambut arus mudik dan balik tahun 2026 dengan pelayanan yang prima dan rasa aman bagi seluruh warga. (gpn)

Safari Ramadhan di Dusun Mrico: Pererat Silaturahmi dan Kawal Pembangunan 2026

GROBOGAN – Suasana khidmat menyelimuti Dusun Mrico, Desa Lebak, Kecamatan Grobogan dalam acara Safari Ramadhan yang digelar pada Rabu (11/3). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi langsung dari masyarakat pedesaan. Hadir mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Plt Asisten II Sekda, Heru Dwi Cahyono, S.Stp., M.Si., beserta jajaran pejabat terkait. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya memperkuat sinergi antara umara, ulama, dan masyarakat. Selain agenda keagamaan, Heru Dwi Cahyono juga memaparkan berbagai progres pembangunan daerah yang direncanakan untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama mencakup: “Pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dan pengawasan dari masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan di tahun 2026 ini benar-benar menjawab kebutuhan warga di Dusun Mrico dan sekitarnya,” ujar Heru. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, meninggalkan pesan optimisme bagi warga Desa Lebak untuk menyongsong tahun pembangunan yang lebih baik.