Jembatan Garuda di Sungai Lusi Mulai Dibangun, Perkuat Akses dan Keselamatan Warga Kedungrejo

Purwodadi—Akses yang terhubung bukan hanya soal memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur. Di wilayah dengan kondisi geografis tertentu, kehadiran jembatan kerap menjadi penentu kelancaran aktivitas warga, dari mobilitas harian hingga akses menuju layanan dasar seperti pendidikan. Selasa (31/3/2026), Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo menghadiri kegiatan groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Lusi yang menghubungkan Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi. Jembatan sepanjang 100 meter ini dirancang untuk melayani sekitar 800 kepala keluarga. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda yang digagas pemerintah pusat dan dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah. Dalam keterangannya, Sugeng menyampaikan bahwa Kabupaten Grobogan menjadi salah satu penerima manfaat, dengan alokasi sembilan jembatan, terdiri dari dua jembatan dukungan Aramco dan tujuh jembatan gantung. “Alhamdulillah hari ini kita Pemda Grobogan ikut bersama-sama dalam groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Jawa Tengah. Dari program ini, Grobogan mendapatkan sembilan jembatan. Ini bentuk pemerataan infrastruktur yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, satu jembatan sebelumnya telah diresmikan di Kedungjati, sementara pembangunan yang dimulai saat ini di Desa Kedungrejo dan Desa Cingkrong menjadi bagian dari tahap berikutnya. Ke depan, masih terbuka kemungkinan adanya tambahan pembangunan, seiring dengan kebutuhan akses di sejumlah wilayah. Menurut Sugeng, keberadaan jembatan ini tidak hanya akan memperpendek jalur transportasi, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan, terutama bagi pelajar yang selama ini harus melintasi jalur berisiko, sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto. “Harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto, seperti yang sering disampaikan, adalah memastikan anak-anak bisa bersekolah dengan aman. Tidak ada lagi yang harus menghadapi risiko saat menyeberang,” tambahnya. Di lokasi yang sama, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari tahap ketiga dan keempat di wilayah Kodam IV/Diponegoro, yang dilaksanakan secara serentak agar penyelesaiannya dapat berlangsung dalam waktu yang relatif bersamaan. Menurutnya, program ini menjadi wujud kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses antar desa. “Ini program pusat yang dikerjakan TNI melalui karya bakti bersama masyarakat. Bukan semata proyek kontraktual, tetapi gotong royong untuk membuka akses yang selama ini terputus,” jelasnya. Ia juga mendorong masyarakat maupun pemerintah daerah lain yang masih memiliki wilayah dengan keterbatasan akses untuk menyampaikan laporan, agar dapat diinventarisasi dan ditindaklanjuti melalui program serupa. Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan sejak peletakan batu pertama. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Purwodadi, Kepala Desa Kedungrejo, serta masyarakat setempat. Dengan pelaksanaan yang melibatkan berbagai pihak dan berbasis kebutuhan riil di lapangan, pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan rasa aman dan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (jsa)

Pastikan Lebaran Aman, Bupati Setyo Hadi dan Forkopimda Cek Kesiapan Jalur Mudik hingga Stok Pangan

GROBOGAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Bupati Grobogan, Setyo Hadi, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik vital di pusat kota pada Senin (16/3/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh sarana prasarana dan kebutuhan pokok siap melayani masyarakat serta pemudik. Titik pertama adalah Pasar Nglejok, di mana rombongan memantau harga dan ketersediaan bahan pangan. Bupati menegaskan bahwa stok sembako terpantau aman meski ada fluktuasi harga pada komoditas tertentu. Selanjutnya, tim bergeser ke SPBU Ayodya dan SPPBE Putat guna menjamin distribusi bahan bakar serta ketersediaan gas elpiji tetap lancar selama masa puncak mudik. Sektor transportasi juga menjadi perhatian serius. Di Terminal Purwodadi, Bupati berinteraksi dengan petugas untuk memastikan kelaikan armada bus. Rangkaian sidak ditutup di Pos Pelayanan (Pos Yan) Simpang Lima Purwodadi, yang menjadi pusat komando pengamanan dan pelayanan kesehatan bagi pengendara. “Kami ingin memastikan integrasi antara keamanan di Pos Yan, kenyamanan di terminal, hingga stabilitas energi di SPBU berjalan optimal. Sinergi Forkopimda ini adalah kunci agar perayaan Idul Fitri di Grobogan tetap kondusif,” ujar Setyo Hadi. Melalui kesiapan di lima titik strategis ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan optimis dapat menyambut arus mudik dan balik tahun 2026 dengan pelayanan yang prima dan rasa aman bagi seluruh warga. (gpn)

Safari Ramadhan di Dusun Mrico: Pererat Silaturahmi dan Kawal Pembangunan 2026

GROBOGAN – Suasana khidmat menyelimuti Dusun Mrico, Desa Lebak, Kecamatan Grobogan dalam acara Safari Ramadhan yang digelar pada Rabu (11/3). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi langsung dari masyarakat pedesaan. Hadir mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Plt Asisten II Sekda, Heru Dwi Cahyono, S.Stp., M.Si., beserta jajaran pejabat terkait. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya memperkuat sinergi antara umara, ulama, dan masyarakat. Selain agenda keagamaan, Heru Dwi Cahyono juga memaparkan berbagai progres pembangunan daerah yang direncanakan untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama mencakup: “Pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dan pengawasan dari masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan di tahun 2026 ini benar-benar menjawab kebutuhan warga di Dusun Mrico dan sekitarnya,” ujar Heru. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, meninggalkan pesan optimisme bagi warga Desa Lebak untuk menyongsong tahun pembangunan yang lebih baik.

Sekda Grobogan: Warga Tak Perlu Panik Jika PBI JKN Nonaktif, Pemkab Lakukan Verifikasi Data

Penawangan — Informasi mengenai penonaktifan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) belakangan menjadi perhatian masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan memastikan proses pembaruan data terus dilakukan agar layanan kesehatan bagi warga yang berhak tetap dapat terjamin. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Anang Armunanto saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Grobogan di Masjid Baitusshobur, Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan, Senin (9/3/2026). Dalam kegiatan yang dihadiri bersama perangkat daerah serta unsur Forkopimcam Penawangan itu, Sekda menyinggung informasi yang belakangan ramai diperbincangkan warga terkait penonaktifan sejumlah peserta PBI JKN. Ia meminta masyarakat tidak panik apabila mendapati status kepesertaan PBI JKN tidak aktif. Pemerintah daerah, menurutnya, saat ini tengah melakukan proses pembaruan data untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran. “Mbok bilih wonten ingkang maos berita BPJS (red:PBI JKN) ora aktif, monggo tidak perlu panik. Ibu Kepala Dinas Sosial bersama tim terus bekerja lembur mengupayakan agar kepesertaan yang nonaktif bisa diaktifkan kembali, tentu melalui proses verifikasi,” ujarnya. Sekda menjelaskan bahwa penonaktifan sebagian peserta PBI JKN berkaitan dengan pemeringkatan data kesejahteraan nasional yang kini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Karena itu Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Grobogan bersama Pemerintah Kabupaten Grobogan saat ini melakukan pemutakhiran data serta ground check di lapangan. Pemutakhiran tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat tercatat secara lebih akurat. Bagi warga yang selama ini mengandalkan bantuan iuran kesehatan, proses verifikasi ini menjadi penting agar mereka yang benar-benar berhak tetap memperoleh perlindungan layanan kesehatan. Apabila hasil verifikasi menunjukkan warga tersebut masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4, maka pemerintah daerah akan mengusulkan kembali sebagai penerima PBI JKN sehingga layanan kesehatan bagi masyarakat yang berhak tetap dapat terjamin. Selain menyampaikan hal tersebut, Sekda juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Berdasarkan informasi BMKG, cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga masyarakat diimbau tetap berhati-hati. Kesadaran menjaga lingkungan juga menjadi perhatian bersama. Warga diingatkan untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air yang dapat memicu banjir. Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat juga diimbau melaksanakan takbiran secara tertib dengan mengutamakan kegiatan di rumah, musala, atau masjid. Jika tradisi takbiran keliling tetap dilakukan, warga diminta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kepolisian serta memastikan kegiatan berlangsung aman tanpa membawa senjata tajam, petasan, maupun perangkat suara yang berpotensi mengganggu ketertiban. Selain menjadi ruang silaturahmi dan penyampaian informasi kepada masyarakat, kegiatan Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial. Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama BAZNAS Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan 250 kilogram beras kepada 50 warga penerima manfaat. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Grobogan juga memberikan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp15 juta serta bantuan biaya hidup senilai Rp37.500.000 bagi 150 mustahik. Dukungan dalam kegiatan tersebut turut datang dari Kementerian Agama, BUMD, serta sejumlah pihak lainnya. Pada kesempatan itu juga disampaikan laporan kegiatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Penawangan yang telah menyalurkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi dua keluarga di dua desa, serta memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera senilai Rp25 juta. Melalui kegiatan Safari Ramadan, pemerintah daerah berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah, tokoh agama, dan warga. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta dukungan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan daerah, termasuk peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Grobogan. (jsa)

Pemkab Grobogan Sosialisasikan Program Diskon PKB 5 Persen, Dorong Masyarakat Manfaatkan Keringanan Pajak

Purwodadi — Upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui program diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 5 persen yang saat ini berlaku di Jawa Tengah. Program tersebut menjadi fokus dalam Sosialisasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui Program Diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 5 Persen yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Anang Armunanto, unsur UPPD Samsat, Polres Grobogan, perangkat daerah terkait, serta para camat. Sosialisasi dilakukan agar informasi mengenai program keringanan pajak dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa. Program yang berlangsung mulai 20 Februari hingga 31 Desember 2026 tersebut memberikan sejumlah keringanan bagi wajib pajak. Pemerintah memberikan pengurangan pokok Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 5 persen, dengan sanksi administratif yang dikenakan menyesuaikan dengan pengurangan pokok pajak tersebut. Selain itu, terdapat pengurangan tunggakan pokok Pajak Kendaraan Bermotor beserta sanksi administrasinya untuk masa pajak mulai 5 Januari 2025. Pengurangan pokok, sanksi administrasi, dan tunggakan tersebut diberikan kepada kendaraan bermotor yang melakukan pembayaran sesuai ketentuan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menghadirkan kebijakan pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor kedua (BBNKB II) bagi kendaraan bekas. Kebijakan ini diharapkan mendorong masyarakat melakukan balik nama kendaraan secara resmi sehingga data kepemilikan kendaraan menjadi lebih tertib. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memenuhi komponen pembayaran lainnya sesuai ketentuan yang berlaku, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk penerbitan STNK, TNKB, atau BPKB, serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Dalam arahannya, Sekda Anang Armunanto menekankan pentingnya penyebarluasan informasi yang benar agar masyarakat memahami berbagai kemudahan yang telah disiapkan pemerintah. “Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajaknya dengan lebih ringan. Karena itu kami berharap informasi ini dapat disampaikan secara luas, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan program diskon PKB lima persen yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya. Sekda juga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan penerapan opsen pajak daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dalam regulasi tersebut terdapat tiga jenis opsen pajak daerah, yakni Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Melalui skema ini, sebagian penerimaan pajak kendaraan dapat langsung menjadi bagian pendapatan pemerintah kabupaten/kota. Di Kabupaten Grobogan, penerimaan dari opsen PKB menjadi salah satu kontributor penting dalam pendapatan pajak daerah. Sebagian penerimaan tersebut bahkan dimandatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan di daerah. Karena itu, Sekda mengajak para kepala perangkat daerah dan camat yang hadir untuk turut membantu menyebarluaskan hasil sosialisasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Melalui penyampaian informasi yang utuh dan mudah dipahami, pemerintah berharap masyarakat dapat mengetahui berbagai kemudahan yang tersedia sekaligus memanfaatkannya secara tepat. Pada akhirnya, kepatuhan dalam memenuhi kewajiban pajak diharapkan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai bagian dari kontribusi bersama dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat Grobogan. (jsa)

HUT ke-300 Grobogan: Bupati Setyo Hadi Soroti Sinergi Pembangunan Desa dan Kota

Purwodadi— Tiga abad perjalanan Kabupaten Grobogan menjadi momen refleksi, menengok ke belakang untuk evaluasi, menjalani masa kini dengan penuh tanggung jawab, dan merancang masa depan yang lebih baik. Rabu (4/3/2026), peringatan Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan digelar di Alun-Alun Purwodadi, dengan Bupati Setyo Hadi sebagai inspektur upacara. Bupati Setyo Hadi menyampaikan bahwa perjalanan satu tahun memimpin bersama Wakil Bupati sudah diwarnai berbagai upaya perbaikan dan pembangunan. “Saya bersama pak Wakil Bupati memang baru satu tahun mengemban amanah… kami haturkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan sehingga berbagai perbaikan, pembangunan dan prestasi bisa kita raih bersama,” ujarnya. Ia menekankan bahwa capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah, bukan sekadar upaya individu. Beberapa capaian yang disinggung antara lain opini WTP sepuluh kali berturut-turut, predikat Daerah Sangat Inovatif, penghargaan STBM Madya, Kabupaten/Kota Sehat kategori Swasti Saba Padapa, serta skor Survei Penilaian Integritas (SPI) 82,05 yang masuk kategori “Terjaga”. Prestasi lain meliputi Penghargaan Bhumandala Kanaka dan Pelopor Pusdalops terbaik untuk penanggulangan kebencanaan, Indeks Harmoni Indonesia, Indeks Reformasi Hukum predikat Istimewa, Kabupaten menuju Informatif, dan sebagainya. Semua capaian ini menjadi pijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja daerah. Bupati Setyo Hadi menegaskan pentingnya merawat fondasi pembangunan yang telah dibangun pemimpin terdahulu. Dengan tema Nyawiji Mbangun Desa Nata Kutha, ia menekankan pembangunan desa sebagai fondasi kemajuan sekaligus penataan kota agar tertib, nyaman, dan berdaya saing. Peringatan ini dirangkaikan dengan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-107 Damkar. Satpol PP dan Satlinmas menegaskan peran strategis dalam menjaga ketertiban dan perlindungan masyarakat, sedangkan Damkar terus hadir sebagai garda terdepan dalam penyelamatan jiwa dan harta benda. Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi aparat, menekankan bahwa kehadiran mereka menjadi wujud nyata perlindungan bagi warga. Upacara diikuti pula oleh Wakil Bupati H. Sugeng Prasetyo, Sekda Anang Armunanto beserta para kepala perangkat daerah, para mantan Bupati dan Wakil Bupati, Sekda periode sebelumnya, Forkopimda, pimpinan DPRD, instansi vertikal, pimpinan BUMN-BUMD, camat, lurah/kades, serta tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran mereka menambah konteks kesinambungan pengabdian seluruh elemen daerah. Momentum tiga abad ini menjadi pengingat bahwa pembangunan adalah proses berkelanjutan. Evaluasi capaian dan refleksi atas perjalanan satu tahun terakhir menjadi pijakan bagi langkah-langkah ke depan, dengan persatuan, sinergi, dan tanggung jawab bersama sebagai fondasi. (jsa)

Boyong Grobog 2026: Wamentan Sudaryono Kenang Masa Kecil, Tegaskan Peran Grobogan Penyangga Pangan Nasional

Purwodadi— Tiga abad perjalanan Kabupaten Grobogan bukan sekadar penanda usia, melainkan proses panjang yang membentuk karakter dan arah pembangunan daerah. Peringatan Hari Jadi ke-300 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat melanjutkan perjuangan para pendahulu, sekaligus merefleksikan capaian yang telah dirintis secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Grobogan menyelenggarakan prosesi adat Boyong Grobog, Selasa (3/3/2026), sebagai penanda sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Kelurahan Grobogan ke Purwodadi pada tahun 1864. Tradisi ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga ingatan kolektif sekaligus memperkuat identitas daerah. Prosesi dimulai pukul 07.30 WIB dengan kirab pusaka dari Pendapa eks-Kawedanan menuju Kantor Kecamatan Grobogan. Pusaka keris diserahkan secara simbolis oleh Camat Grobogan kepada Bupati Grobogan, Setyo Hadi. Setelah kesiapan piranti dan pangombyong dilaporkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Armunanto, Bupati memberangkatkan rombongan melalui pemukulan gong sebagai tanda dimulainya kirab. Rombongan dipimpin Bupati bersama Wakil Bupati H. Sugeng Prasetyo, didampingi unsur Forkopimda serta jajaran pimpinan DPRD, kemudian bergerak menuju Pendapa Kabupaten. Dalam sambutannya, Bupati Setyo Hadi menyampaikan bahwa bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Grobogan, pihaknya berkewajiban melanjutkan perjuangan para Adipati terdahulu yang telah meletakkan dasar pemerintahan dan pembangunan daerah. “Pangajabing manah kulo mugi-mugi sedaya warga Kabupaten Grobogan sansaya makmur, raharja, saha mulya gesangipun,” ujar Bupati.(Harapan dan doa saya, semoga seluruh warga Grobogan semakin makmur, sejahtera, dan mulia kehidupannya.) “Sumangga sami gumreget, gumregut, gumregah cancut taliwanda, sesarengan ambangun Kabupaten Grobogan.”(Mari bersemangat, bergerak, dan bekerja keras bersama membangun Grobogan.) Di Pendapa Kabupaten turut hadir Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, putra daerah Grobogan. Ia membagikan kenangan masa kecil ketika kondisi jalan masih banyak yang belum memadai dan ketersediaan air bersih saat kemarau terbatas. Perubahan yang terjadi hingga saat ini, menurutnya, menunjukkan pembangunan berjalan secara bertahap dan terus diupayakan agar semakin merata. Ia juga menegaskan peran Grobogan dalam mendukung swasembada pangan nasional serta membuka ruang komunikasi apabila terdapat kendala di lapangan, termasuk persoalan pupuk, agar dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi yang baik. Menurutnya, berbagai program dan kegiatan pertanian ke depan akan mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian, baik dalam bentuk penguatan sarana prasarana, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan inovasi pertanian modern. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Grobogan sebagai lumbung pangan strategis. Sebagai bagian dari prosesi, dihadirkan 21 gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur atas potensi daerah. Gunungan tersebut mencerminkan kekuatan sektor pertanian dan kerja kolektif masyarakat yang selama ini menjadi fondasi utama Grobogan. Pada hari yang sama, di halaman Sekretariat Daerah digelar Gerakan Pangan Murah oleh Dinas Pangan Kabupaten Grobogan. Program ini menyediakan paket sembako hasil kolaborasi dengan BUMD dan BUMN, serta melibatkan UMKM dan retail modern, guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Melalui peringatan tiga abad ini, sejarah tidak berhenti sebagai seremoni. Ia menjadi pijakan untuk menata langkah ke depan—agar pembangunan yang dirintis para pendahulu terus dilanjutkan secara konsisten dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Grobogan. (jsa)

Transformasi Coretax: Cara Mudah ASN dan Warga Grobogan Lapor SPT Tahunan

Tahun 2026 menandai era baru perpajakan Indonesia dengan hadirnya Coretax. Bagi ribuan ASN di lingkungan Pemkab Grobogan serta masyarakat umum (pelaku usaha dan karyawan swasta), sistem ini dirancang untuk menghapus kerumitan birokrasi lama. Kemudahan bagi ASN Grobogan Bagi para ASN, kini tidak perlu lagi input manual data gaji secara detail. Dengan fitur Pre-populated, data bukti potong 1721-A2 yang diterbitkan instansi pemerintah secara otomatis akan terisi di akun Coretax Anda. Anda cukup memverifikasi kesesuaian data, menambah harta jika ada, dan klik kirim. Proses yang dulu memakan waktu lama, kini selesai dalam hitungan menit. Solusi untuk Masyarakat Umum & UMKM Bagi warga Grobogan yang berprofesi sebagai petani modern, pedagang di Pasar Purwodadi, hingga pelaku UMKM, Coretax menyediakan antarmuka yang lebih ramah pengguna. Pesan Penting Pelaporan SPT bukan sekadar kewajiban, tapi bentuk gotong royong membangun Grobogan. Pajak yang kita bayarkan kembali ke daerah dalam bentuk infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, dan subsidi pendidikan. Catatan: Pastikan Anda lapor sebelum 31 Maret 2026 untuk menghindari sanksi administrasi dan antrean sistem di akhir periode. Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=cGMqhsf3t2w 

Safari Ramadan di Geyer, Bupati Grobogan Ajak Jaga Kebersamaan dan Perkuat Sinergi Sosial

Geyer— Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya melalui kebijakan dan program, tetapi juga lewat pertemuan langsung yang membuka ruang dialog. Dalam suasana Ramadan, komunikasi seperti ini menjadi penting agar arah pembangunan tetap selaras dengan kebutuhan warga serta memperkuat kebersamaan sosial. Bupati Grobogan, Setyo Hadi, melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Ar Rahman, Dusun Kalisogo, Desa Geyer, Kecamatan Geyer, Selasa (24/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh komponen untuk menjaga kebersamaan dan kondusivitas daerah. Ia menegaskan bahwa pembangunan membutuhkan dukungan bersama, sekaligus keterbukaan untuk saling mengingatkan. “Kami terbuka terhadap kritik dan masukan demi perbaikan,” ujarnya. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berupaya bekerja maksimal agar setiap kebijakan dan program memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat. Bupati juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat 270 lembaga penerima hibah di Kabupaten Grobogan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga situasi yang aman, damai, dan guyub rukun agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan tertib dan berdampak luas. Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Geyer, Sri Budiyati, melaporkan sejumlah perkembangan di wilayahnya. Perbaikan infrastruktur jalan desa disebut terus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran, sembari mengupayakan dukungan lanjutan bagi titik-titik yang masih membutuhkan penanganan. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan, dan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih saat ini dalam proses penyelesaian dengan progres lebih dari 60 persen. Di bidang sosial keagamaan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Geyer pada tahun 2025 mencatat peningkatan penghimpunan, dengan zakat terkumpul sebesar Rp192.292.443 dan infak Rp21.575.000. Capaian tersebut mencerminkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di tingkat desa. Sebagai bagian dari rangkaian Safari Ramadan, Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan 250 kilogram beras bagi 50 penerima manfaat. BAZNAS juga memberikan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp15.000.000 serta program bantuan biaya hidup senilai Rp77.500.000 untuk 310 mustahik. Tali asih turut disalurkan oleh Kementerian Agama, BUMD, dan pihak terkait lainnya. Melalui Safari Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan mendorong terjalinnya komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pelayanan sosial. Kebersamaan dan partisipasi warga diharapkan terus tumbuh, sehingga berbagai program pembangunan dan bantuan sosial dapat berjalan berkelanjutan serta memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat. (jsa)

Forum Lintas Perangkat Daerah, Setda Grobogan Matangkan Ranwal Renja 2027

Purwodadi— Perencanaan pembangunan tidak berhenti pada penyusunan program di atas kertas, tetapi menuntut ketelitian dalam menyelaraskan arah kebijakan, kemampuan anggaran, dan kebutuhan masyarakat. Pada tahap inilah konsistensi dan kedisiplinan perencanaan menjadi penentu agar setiap program benar-benar berjalan sesuai tujuan. Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Grobogan menggelar Forum Lintas Perangkat Daerah untuk penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja (Ranwal Renja) Setda Tahun 2027, Jumat (20/2/2026), di Ruang Rapat Lantai 1 Setda. Forum ini menjadi bagian dari tahapan penyelarasan program dan kegiatan prioritas dengan hasil Musrenbang kecamatan serta arah kebijakan pembangunan daerah. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekda, BPS Kabupaten Grobogan, perangkat daerah terkait, para kepala bagian di lingkungan Setda, serta para pemangku kepentingan. Turut hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Bapperida.Pembahasan difokuskan pada peran Sekretariat Daerah dalam mendukung Misi ke-5 Pemerintah Kabupaten Grobogan, yakni penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik melalui reformasi birokrasi yang berkelanjutan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum penting untuk memastikan rancangan awal yang telah disusun semakin matang dan terukur. Ia mendorong agar usulan dari Musrenbang kecamatan dicermati secara saksama, khususnya yang relevan dengan tugas dan fungsi Sekretariat Daerah. Menurutnya, penyempurnaan dokumen perencanaan harus tetap berada dalam koridor kebijakan yang telah ditetapkan, mulai dari dokumen perencanaan lima tahunan hingga rencana tahunan, sehingga kesinambungan program tetap terjaga dan tidak berjalan parsial. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Anang Armunanto juga mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi dalam proses hibah Tahun 2027. “Semua melalui sistem. Tidak ada toleransi terhadap pengajuan yang melewati batas waktu,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel. Ia menambahkan, “Mudah-mudahan kualitas perencanaan kita ke depan semakin baik. Dengan keterbatasan anggaran dan besarnya tanggung jawab yang diemban, kita harus mampu merencanakan secara tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.” Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan berupaya memastikan setiap program yang dirancang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga selaras dengan kebutuhan riil di lapangan. Penyelarasan sejak tahap awal diharapkan memperkuat efektivitas pelaksanaan program serta menjaga agar pelayanan publik tetap berjalan secara tertib, terarah, dan akuntabel. (jsa)