PASAR MURAH GROBOGAN 2025: KENDALIKAN HARGA, JAGA DAYA BELI JELANG RAMADHAN

Penawangan – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1446 H, kenaikan harga bahan pokok mulai dirasakan masyarakat. Beras, minyak goreng, dan gula pasir mengalami lonjakan akibat fluktuasi pasokan di pasar. Situasi ini semakin diperburuk oleh anomali iklim yang berdampak pada produksi pangan global. Untuk mengurangi tekanan ekonomi bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menggelar pasar murah di 19 kecamatan, dimulai dari Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, pada Rabu (26/2/2025) dan berakhir di halaman Setda Grobogan pada 24 Maret 2025.Wakil Bupati Grobogan, H. Sugeng Prasetyo, S.E., M.M., membuka pasar murah ini secara resmi. “Semoga kegiatan pasar murah ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan sebagian kebutuhan dasarnya,” ujarnya. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan kecamatan yang telah berperan dalam kelancaran penyelenggaraan program ini. Pasar murah bukan hanya langkah pengendalian harga, tetapi juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke-299. Pemerintah ingin memastikan bahwa perayaan ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang.Dalam kegiatan ini, masyarakat bisa memperoleh beras, minyak goreng, gula, telur, sirup, dan mi instan dengan harga lebih terjangkau berkat subsidi pemerintah. Meski jumlahnya terbatas, warga diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Selain itu, pasar murah juga menghadirkan produk olahan pangan serta berbagai kebutuhan pokok lainnya dari UMKM dan pelaku usaha lokal dengan harga yang lebih bersaing. Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan, S.Pt., MP., menjelaskan bahwa pemerintah telah mengatur distribusi barang agar pasar murah berjalan lancar. Selain menjaga stabilitas harga, langkah pengawasan dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. Acara pembukaan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia; para kepala perangkat daerah terkait, khususnya Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan; Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Grobogan; Forkopimcam Kecamatan Penawangan; Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan; serta masyarakat Desa Karangwader yang antusias menyambut program ini. Setelah Kecamatan Penawangan, pasar murah akan terus digelar di kecamatan lainnya hingga titik terakhir di halaman Setda Kabupaten Grobogan pada 24 Maret 2025. Pemerintah berharap program ini tidak hanya membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi. Pasar murah bukan sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.

PERDANA, WABUP GROBOGAN PIMPIN APEL: SOLIDITAS TIM PEMERINTAH DAERAH KUNCI SUKSES JALANKAN PROGRAM PRIORITAS DI GROBOGAN

Purwodadi – Langit mendung menyelimuti halaman Sekretariat Daerah (Setda) Grobogan, Senin (24/2/2025). Udara terasa sejuk, tetapi ada semangat yang menghangatkan suasana. Apel pagi kali ini tak seperti biasanya. Jika sebelumnya hanya diikuti oleh pegawai Setda, Bappeda, BPPKAD, dan Satpol PP, kini barisan peserta tampak lebih panjang. BKPPD, Disporabudpar, Setwan, dan Inspektorat turut hadir, menandai sinergi yang semakin diperkuat di awal masa kepemimpinan baru. Di hadapan jajaran pegawai, Wakil Bupati Grobogan, H. Sugeng Prasetyo, S.E., M.M., menyampaikan pesan yang lugas namun penuh makna. “Kami mohon bantuan dan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian. Secara pribadi, saya juga bisa melihat, apa yang sudah dilakukan oleh Bapak dan Ibu di bawah kepemimpinan Ibu Sri Sumarni dan Pak Totok. Tugas kita bersama, tinggal mempertahankan yang sudah bagus, membenahi yang kurang, dan menyelesaikan permasalahan yang masih belum tuntas,” ujarnya. Kalimatnya mengandung optimisme, tetapi juga mengajak refleksi. Keberlanjutan program dan pembenahan yang diperlukan bukan hanya tugas pemimpin, melainkan tanggung jawab kolektif. Birokrasi yang solid, menurutnya, adalah kunci untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih efektif dan responsif. “Kita harus bisa menjadi Tim Kerja yang solid, yang paham akan tugas pokok fungsinya, tanggap terhadap permasalahan yang ada dan cara penyelesaiannya, serta mampu dan mau bekerja keras,” tegasnya. Tantangan ke depan sudah terhampar. Wakil Bupati meminta Sekretaris Daerah untuk segera membentuk Tim Kecil guna menyusun program prioritas yang dapat direalisasikan dalam tiga bulan ke depan. “Saya mohon Pak Sekda dapat membentuk Tim Kecil, untuk mematangkan Program Prioritas yang memungkinkan dilaksanakan dalam tiga bulan ke depan, termasuk dukungan Pemerintah Daerah dalam menyukseskan Program Hasil Terbaik Cepat Bapak Presiden,” katanya.Di tengah dinamika pemerintahan, rentetan agenda besar sudah menunggu. Mulai dari peringatan Hari Jadi ke-299 Kabupaten Grobogan, rangkaian kegiatan Ramadan, persiapan Idulfitri, pemeriksaan BPK, hingga penyusunan RKPD 2026 dan RPJMD 2025-2029. Semua ini membutuhkan koordinasi matang dan kesiapan seluruh perangkat daerah. Penetapan APBD 2025 juga tak lepas dari penyesuaian, mengikuti arahan efisiensi anggaran dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Menutup amanatnya, Wakil Bupati menyelipkan pesan yang menyejukkan. “Bapak dan Ibu sekalian, saya berharap tetap semangat untuk menjalankan semua aktivitas kerja yang cukup padat. Jaga kesehatan, jangan jadikan pekerjaan sebagai beban, tetapi sebagai nikmat dari Allah SWT, karena kita yang diberi kepercayaan,” pesannya. Pagi itu, apel bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum membangun komitmen. Langit mungkin masih mendung, tetapi semangat untuk membangun Grobogan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan tetap menyala.

SOSIALISASI KESEHATAN ANAK DAN KHITANAN MASSAL: IKHTIAR GROBOGAN MENYIAPKAN GENERASI SEHAT

Purwodadi – Seorang bocah menangis tersedu di pangkuan ayahnya. Air matanya mengalir deras, wajahnya tampak dalam ketakutan. Di sekelilingnya, beberapa anak lain menunggu giliran dengan ekspresi beragam-ada yang menggigit bibir menahan cemas, ada yang pura-pura tenang meski jemarinya erat menggenggam tangan orang tuanya. Sementara itu, Wakil Bupati yang juga Plh. Bupati Grobogan, H. Sugeng Prasetyo, S.E., M.M., bersama Sekretaris Daerah Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., dan jajaran pejabat terkait, baru saja menuntaskan agenda Sosialisasi Kesehatan untuk Anak di Pendapa Kabupaten, Sabtu (22/2/2025), sebelum beranjak ke Gedung Riptaloka, lokasi pelaksanaan khitanan massal.  Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Sosialisasi dan khitanan massal ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-299 Kabupaten Grobogan. Momentum ini dimanfaatkan untuk meneguhkan komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak.  “Kesehatan anak merupakan salah satu faktor penting dalam menilai kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Kualitas kesehatan anak merupakan ukuran kemajuan suatu masyarakat atau bangsa. Mengingat anak merupakan bagian masyarakat yang paling rentan terhadap risiko penyakit maupun kematian dibandingkan orang dewasa,” ujar Wabup Sugeng dalam sambutannya saat membuka acara.  Pernyataan itu bukan sekadar pengantar. Pemerintah Kabupaten Grobogan memang telah menjalankan berbagai program kesehatan, mulai dari pencegahan stunting, penurunan angka kematian bayi, hingga penyediaan jaminan kesehatan. Namun, Wabup Sugeng menekankan bahwa langkah-langkah nyata harus selalu mengiringi kebijakan.  “Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemerintah pusat telah menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas kesehatan anak, salah satunya dengan menyediakan makanan bergizi gratis. Harapannya, di samping dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak melalui pemenuhan gizi, juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak,” jelasnya.  Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Grobogan mengambil langkah konkret. Sosialisasi kesehatan menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran masyarakat. Namun, edukasi saja tidak cukup. Harus ada implementasi langsung di lapangan. “Tidak cukup hanya dengan kegiatan yang bersifat edukatif semata. Melainkan perlu adanya kegiatan yang nyata, sehingga dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu, berbarengan dengan kegiatan sosialisasi ini, pada pagi hari ini juga dilaksanakan kegiatan khitanan massal,” lanjutnya.Khitan, dalam banyak aspek, lebih dari sekadar tradisi. Dari sudut pandang agama Islam, ini adalah kewajiban. “Dari sudut pandang Agama Islam, khitan merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap laki-laki. Di mana kepatuhan terhadap perintah Allah SWT tersebut merupakan implementasi dari iman dan takwa. Selain itu, dengan khitan tentunya dapat memudahkan dalam bersuci untuk menghilangkan najis,” katanya.  Namun, manfaatnya tidak hanya bersifat spiritual. Secara medis, khitan terbukti mengurangi risiko berbagai jenis penyakit dan melatih anak untuk menjaga kebersihan diri sejak dini. “Sedangkan dari aspek kesehatan, dengan dikhitan akan mengurangi risiko terserang berbagai jenis penyakit, sekaligus melatih anak untuk menjaga kebersihan,” tambahnya.  Dalam laporannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Drs. Kurnia Saniadi, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. “Maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Adapun tujuannya yaitu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk berperilaku sehat guna meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Grobogan,” paparnya.  Di Pendapa Kabupaten, sebanyak 102 orang tua peserta khitanan mengikuti sosialisasi kesehatan yang diberikan oleh narasumber dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Materi yang disampaikan membahas aspek medis dari proses khitan, termasuk cara perawatan pasca-khitan agar anak tetap sehat dan terhindar dari infeksi.  Sementara itu, di Gedung Riptaloka, proses khitanan massal terus berlangsung. Para tenaga medis sigap menangani anak-anak yang sebagian besar masih terlihat tegang. Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni. Khitanan massal dan sosialisasi kesehatan ini adalah bagian dari komitmen panjang untuk menyiapkan generasi yang lebih kuat, sehat, dan siap menghadapi masa depan. Seperti yang disampaikan Wakil Bupati, “Manakala masyarakat dan pemerintah sudah memiliki tujuan, tekad, dan semangat yang sama; saiyeg saeka praya, saiyeg saeka kapti; maka akan memperbesar peluang terwujudnya harapan kita bersama.” 

BUPATI SETYO HADI SAMPAIKAN PIDATO PERDANA: DARI PILKADA DAMAI HINGGA VISI PEMBANGUNAN

Purwodadi – Siang itu, Jumat (21/2/2025), Gedung Paripurna I DPRD Grobogan dipenuhi para anggota dewan, pejabat daerah, dan tamu undangan. Semua mata tertuju pada sosok yang berdiri di podium. Bapak Setyo Hadi, Bupati Grobogan periode 2025-2030 yang baru dilantik, menyampaikan pidato perdananya dalam Rapat Paripurna ke-3 Tahun 2025. Beliau membuka pidatonya dengan mengapresiasi jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Grobogan yang berlangsung damai dan demokratis. “Kesuksesan Pemilukada juga ditunjukkan dengan tingginya angka partisipasi pemilih yang mencapai 72,60 persen,” ujarnya. Angka ini, menurutnya, bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa demokrasi di Grobogan semakin matang.   Keberhasilan pesta demokrasi ini, katanya, adalah kerja kolektif banyak pihak. KPU, Bawaslu, partai politik, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan yang paling utama: masyarakat. Mereka telah membuktikan bahwa perbedaan pilihan politik tak harus berujung perpecahan. Maka, ketika kontestasi berakhir, tak ada lagi kubu-kubu yang berhadap-hadapan. “Tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada adalah persatuan dan kebersamaan,” tegasnya.   Di sampingnya, Wakil Bupati Sugeng Prasetyo duduk dengan ekspresi serius. Bersama, mereka mengemban amanah baru: melanjutkan pembangunan Grobogan. Bupati Setyo Hadi tak menampik bahwa pendahulunya, Ibu Sri Sumarni dan Bapak dr. Bambang Pujiyanto, telah membawa banyak perubahan. Menurutnya, di era Bupati Sri Sumarni, ekonomi Grobogan bertumbuh, IPM naik, inflasi terkendali, pengangguran berkurang, dan infrastruktur semakin baik. Salah satu capaian lain  yang disebutnya adalah keberhasilan Kabupaten Grobogan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama sembilan tahun berturut-turut. Indeks Reformasi Birokrasi juga menunjukkan tren positif. Baginya, ini adalah bukti tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan harus terus dipertahankan. Sembilan tahun memimpin, Ibu Sri Sumarni paham benar bahwa memajukan daerah bukan pekerjaan mudah. “Suatu kehormatan besar yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Mengemban tugas memimpin daerah terluas kedua di Jawa Tengah, tentunya disertai dengan berbagai masalah kehidupan yang kompleks,” katanya. Namun, seperti halnya setiap kepemimpinan, ada awal, ada akhir. “Setelah itu akan ada pergantian,” ucapnya.Pada kesempatan yang sama, Bu Sri Sumarni dan dr. Bambang Pujiyanto pamit, menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada semua pihak yang telah membersamai mereka. Kini, tongkat estafet ada di tangan Setyo Hadi dan Sugeng Prasetyo. Dengan slogan Mbangun Desa Nata Kutha, mereka berkomitmen akan bekerja untuk mewujudkan Grobogan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Tantangan di depan tetap ada, tetapi dengan sinergi semua pihak, Grobogan diharapkan terus bergerak maju menuju pembangunan yang berkelanjutan.

SERAH TERIMA JABATAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI GROBOGAN: KEPEMIMPINAN BARU UNTUK GROBOGAN MAJU, SEJAHTERA, DAN BERKELANJUTAN

Purwodadi – Jumat, 21 Februari 2025, prosesi serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Grobogan berlangsung di Pendapa Kabupaten. Jabatan yang sebelumnya dipegang oleh Bupati dan Wakil Bupati periode 2021-2025, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M. dan dr. H. Bambang Pujiyanto, M.Kes., kini resmi beralih kepada Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030, Setyo Hadi dan H. Sugeng Prasetyo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Bupati Grobogan, Setyo Hadi, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat. Ia berkomitmen untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Grobogan. “Insya Allah kami berdua akan berikhtiar dan bekerja keras menjalankan amanah sebaik-baiknya. Kami juga membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari FORKOPIMDA, DPRD, Sekda dan jajaran, camat, kepala desa/lurah, pimpinan partai politik, ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta seluruh masyarakat Kabupaten Grobogan,” ujar Setyo Hadi. Ia juga menegaskan visi kepemimpinannya untuk lima tahun ke depan, yakni “Grobogan Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan” dengan semangat “Mbangun Desa Nata Kutha.” Fokus utama pemerintahannya mencakup penguatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.Sementara itu, Bupati Grobogan periode 2021-2025, Hj. Sri Sumarni, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kepemimpinannya, termasuk DPRD, TNI, Polri, instansi vertikal, BUMN/BUMD, akademisi, tokoh agama, media, dan masyarakat Grobogan. “Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Sekda beserta jajaran yang telah bekerja keras dan berdedikasi tinggi selama ini. Mohon maaf jika selama menjabat masih banyak kekurangan dan pekerjaan rumah yang perlu dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya,” ujar Sri Sumarni. Dalam kesempatan ini, Sri Sumarni juga memberikan pesan khusus kepada Bupati baru, yang begitu ia kenal baik secara pribadi maupun dalam karir pemerintahan. “Pak Setyo Hadi, kepemimpinan adalah amanah yang berat, tetapi juga kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat”. Lanjutnya, “Jadilah pemimpin yang rendah hati, mendengar suara rakyat, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Ingatlah bahwa setiap keputusan yang diambil akan berdampak pada kehidupan banyak orang. Saya yakin dengan integritas dan semangatmu, Grobogan akan semakin maju”.Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah melalui Kalakhar BPBD Jateng, Bergas C. Penanggungan, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan sebelumnya dan mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Dengan sertijab ini, Kabupaten Grobogan resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Harapan besar tersemat pada kepemimpinan Setyo Hadi dan Sugeng Prasetyo untuk membawa Grobogan ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS KABUPATEN GROBOGAN DI MULAI

GROBOGAN – Bupati Grobogan, Ibu Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., beserta Forkopimda Kabupaten Grobogan tinjau langsung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Kabupaten Grobogan, bertempat di Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jl. Purwodadi – Kudus Lingkungan Pucang Rt 01/04 Kelurahan Grobogan Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (17/02/2025).Program pemerintah ini bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil di Kabupaten Grobogan, dengan fokus utama pada pelajar PAUD hingga SMK, yang difasilitasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grobogan, yang mendistribusikan makanan menggunakan satu unit mobil boks. Sebanyak 1.243 porsi untuk siswa dari sekolah-sekolah yang berlokasi di sekitar Dapur Sehat atau SPPG Kabupaten Grobogan. Diantaranya, PAUD Adzuriah, PAUD KB Karima, TK Dharmawanita 1, TK Dharmawanita 2, SD N 2 Grobogan, SD N 4 Grobogan, SMP N 1 Grobogan.

MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP: SOSIALISASI BANTUAN PERBAIKAN RTLH DI GROBOGAN

Purwodadi – Rumah yang layak bukan hanya sekadar tempat berteduh, namun juga menjadi dasar untuk membangun kualitas hidup yang lebih baik. Menyadari hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan kembali menggelar sosialisasi terkait bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang bersumber dari APBD untuk warga yang membutuhkan. Acara sosialisasi ini berlangsung di Gedung Riptaloka pada Senin (17/2/2025), yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., di hadapan camat, kepala desa, ketua pokmas, serta penerima bantuan.Sekda Anang Armunanto dalam sambutannya menjelaskan bahwa bantuan ini bukan untuk membangun rumah baru, melainkan untuk merehabilitasi rumah agar lebih layak huni. Setiap rumah yang terpilih akan menerima bantuan senilai Rp20 juta, dengan total 238 rumah di 62 desa yang menjadi penerima manfaat. Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Sosial Perbaikan RTLH ini diatur dalam Peraturan Bupati No. 44 Tahun 2021, yang memberikan pedoman jelas tentang mekanisme penyaluran bantuan. Dalam acara tersebut, Sekda Grobogan menekankan pentingnya keakuratan data yang dihimpun dari desa. Data yang valid sangat menentukan agar bantuan ini tepat sasaran dan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan. Sekda Anang Armunanto juga mengingatkan bahwa dana bantuan harus digunakan sesuai peruntukannya dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain, demi efektivitas program ijsa Sejak dimulai pada tahun-tahun sebelumnya, program perbaikan RTLH telah berhasil merenovasi 10.849 rumah hingga tahun 2024, dengan pendanaan yang berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBN, Bantuan Keuangan Provinsi, APBD Kabupaten, hingga dukungan CSR dan gotong royong masyarakat. Keberhasilan program ini menunjukkan bukan hanya keberhasilan dalam perbaikan fisik rumah, namun juga dalam membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Sosialisasi ini juga menegaskan bahwa program perbaikan RTLH memiliki peran strategis dalam mengurangi angka kemiskinan di Grobogan. Dengan rumah yang lebih layak dan sehat, kualitas hidup warga dapat meningkat secara signifikan.Disperakim juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pelaksanaan program ini, termasuk transparansi dalam pengelolaan dana serta ketepatan waktu dalam setiap tahapannya, guna memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan dengan efisien dan sesuai peraturan yang ada. Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat. Dengan kerjasama yang kuat, diharapkan lebih banyak lagi keluarga di Grobogan yang dapat merasakan manfaat dari hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak huni. Rumah yang layak huni adalah langkah pertama menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan lebih baik.

Serahkan SK Pensiun : Setiap Pengabdian Memiliki Akhirnya, tetapi Jejaknya Akan Selalu Tertinggal

Grobogan, 13 Februari 2025 – Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, mewakili Bupati Grobogan, menyerahkan secara simbolis SK Pensiun digital kepada 76 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan. Bertempat di Pendapa Kabupaten, momen ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan selama bertahun-tahun. Purna tugas bukan sekadar penutupan lembaran karir, tetapi juga awal dari babak baru yang penuh makna. Setiap tahun pengabdian telah diisi dengan kerja keras, tanggung jawab, serta komitmen dalam melayani masyarakat.Pemerintah Kabupaten Grobogan mengapresiasi setinggi-tingginya peran dan sumbangsih para abdi negara dalam membangun dan melayani masyarakat. SK Pensiun digital menjadi langkah maju dalam penyederhanaan birokrasi. Dengan sistem yang lebih cepat, praktis, dan transparan, para PNS yang memasuki masa pensiun dapat memperoleh dokumen mereka dengan lebih mudah. Ini adalah bagian dari transformasi pelayanan yang terus dikembangkan, memastikan efisiensi tanpa mengurangi makna penghormatan kepada mereka yang telah menuntaskan tugasnya. Pengabdian secara kedinasan mungkin telah berakhir, tetapi baktinya bagi masyarakat tidak akan pernah usai. Terima kasih atas segala dedikasi yang telah diberikan, semoga masa purna tugas membawa kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan.

SAMBUT HARI JADI KE-299 GROBOGAN: PEMKAB GELAR ZIARAH MAKAM LELUHUR

Grobogan, 13 Februari 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-299 Kabupaten Grobogan, Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, mewakili Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melaksanakan ziarah ke Makam Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Tarub di Kecamatan Tawangharjo. Di tanah yang menyimpan jejak sejarah, doa-doa dipanjatkan, bunga-bunga ditaburkan. Ziarah ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mengabdikan hidupnya demi masyarakat. Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Tarub bukan hanya tokoh dalam sejarah, tetapi juga simbol keteladanan, kearifan, dan perjuangan.Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, bantuan sembako diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah wujud kepedulian sosial yang mengakar dalam nilai gotong royong dan kebersamaan, mencerminkan semangat saling membantu yang telah diwariskan oleh para leluhur. Sekda Anang Armunanto menegaskan bahwa tradisi ziarah ini adalah warisan yang terus dijaga oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan. Bukan hanya sebagai penghormatan kepada para leluhur, tetapi juga sebagai pengingat bahwa nilai-nilai kebaikan harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Tradisi ini adalah pengikat sejarah dan pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan dan pengabdian harus terus dilanjutkan. Kita berharap agar seluruh elemen masyarakat, baik umara maupun ulama, tetap menjaga persatuan dan keguyuban dalam membangun Grobogan yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujar Sekda Anang. Sejarah adalah cermin bagi generasi masa kini dan masa depan. Dari cermin itu, kita belajar dan melangkah lebih baik. Dengan semangat gotong royong dan sinergi yang terus dijaga, Grobogan diharapkan semakin maju, berkembang, dan menjadi tempat yang lebih baik bagi generasi mendatang.

PEMKAB GROBOGAN GELAR SOSIALISASI DANA DESA 2025: KOMITMEN PEMERINTAH BANGUN DESA DARI AKAR RUMPUT

Purwodadi – Pemerintah terus menegaskan komitmennya dalam membangun desa sebagai fondasi utama pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Dana Desa yang bersumber dari APBN, setiap desa di Indonesia mendapatkan porsi anggaran untuk memperkuat pembangunan dan layanan sosial di tingkat akar rumput. Kabupaten Grobogan pun tidak terkecuali. Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., membuka secara resmi Sosialisasi Dana Desa APBN Kabupaten Grobogan Tahun 2025 di Pendapa Kabupaten, Rabu (12/2/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh para camat dan kepala desa se-Kabupaten Grobogan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dalam pengelolaan dana desa secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel. “Undang-Undang Desa dan Dana Desa adalah bukti nyata perhatian negara terhadap pembangunan desa. Prinsipnya sederhana: membangun dari desa, membangun dari bawah. Ini sesuai dengan Misi Asta Cita poin keenam, yakni pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Bupati Sri Sumarni dalam sambutannya.Tahun ini, Dana Desa yang dialokasikan untuk Kabupaten Grobogan mencapai Rp 306.953.273.000,00. Meski demikian, bupati mengingatkan bahwa efisiensi dan penyesuaian alokasi APBN dapat terjadi, sehingga pengelolaan anggaran harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. “Saya hanya berpesan kepada Bapak/Ibu Kepala Desa, agar Dana Desa ini betul-betul digunakan untuk pembangunan, menyediakan layanan sosial, dan kesejahteraan masyarakat desanya masing-masing sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati Sri Sumarni. Sebagai tindak lanjut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Grobogan, Achmad Haryono, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap mekanisme penggunaan dana desa. Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban—dapat dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.Sementara itu, aspek pencegahan penyalahgunaan dana desa juga menjadi perhatian serius. Kasatreskrim Polres Grobogan, AKP Agung Joko Haryono, S.I.K., M.H., M.Si., menguraikan sejumlah modus penyimpangan yang sering terjadi dalam pengelolaan dana desa. Mulai dari penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang melebihi harga pasar, penggunaan dana untuk kepentingan pribadi, pemotongan anggaran oleh oknum perangkat desa, hingga proyek fiktif yang mengakibatkan kerugian negara. Ia menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan pengawasan serta memberikan edukasi agar pengelolaan dana desa berjalan sesuai aturan. Dukungan dalam pengawasan juga datang dari Kejaksaan Negeri Grobogan. Kepala Seksi Intelijen, Frengki Wibowo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kejaksaan berperan aktif dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah terkait dana desa, termasuk memastikan efektivitas penggunaannya. Penerapan aplikasi “Jaga Desa” menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan kepala desa, Dana Desa diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Lebih dari sekadar angka dalam APBN, anggaran ini harus menjadi instrumen nyata dalam membangun desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.