Diseminasi Hasil-Hasil Penelitian: Dorong Grobogan Menuju Daerah Maju dan Berdaya Saing

Purwodadi— Diseminasi hasil-hasil penelitian dan kajian pembangunan Kabupaten Grobogan tahun 2024 kembali digelar di Gedung Riptaloka, Rabu (30/4/2025), mengusung tema “Optimalisasi Penelitian dan Pengembangan Menuju Grobogan Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Dalam sambutannya, Bupati Grobogan, Setyo Hadi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyampaikan hasil kajian strategis yang telah dilakukan tahun lalu. “Penelitian yang telah dilakukan, berangkat dari adanya isu strategis, dan untuk menjawab kebutuhan pembangunan, sehingga perlu dicari penyebab, solusi hingga pemanfaatan pengembanganya. Hasil kajian penelitian, selanjutnya menjadi pertimbangan dalam perencanaan pembangunan, serta perumusan dan pengambilan kebijakan Pemerintah Daerah,” ujar Bupati Setyo Hadi. Beberapa isu utama yang menjadi fokus antara lain penguatan identitas daerah melalui branding, potensi kandungan litium di kawasan Bledug Kuwu, serta penanganan anak tidak sekolah (ATS) yang masih tinggi. Salah satu hal yang disoroti Bupati adalah perlunya identitas daerah yang kuat dan menyeluruh. Selama ini, Grobogan memiliki berbagai julukan dan simbol seperti Bumi Pajale, Bumi Pepali, atau Kota Swike, namun belum memiliki satu branding yang utuh dan representatif. Menurutnya, “Sudah saatnya kita memiliki identitas yang mewadahi semuanya, luwes, dapat dipertanggungjawabkan, dan mewakili seluruh unsur masyarakat.” Branding daerah yang dimaksud akan dituangkan dalam logo dan slogan: Gumreget, Gumregah, Gumregut, yang diharapkan menjadi semangat bersama dalam pembangunan Grobogan ke depan. Pengkajian branding ini telah dilakukan sepanjang tahun 2024 oleh tim yang dipimpin Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. melalui fasilitasi Bappeda. Prof. Sahid menyampaikan bahwa keberhasilan branding dan pembangunan daerah memerlukan kepemimpinan yang hadir dan kolaboratif. Hal ini perlu didukung dengan teknologi media, tim kerja lintas sektor yang solid, serta partisipasi masyarakat yang bergerak dari pemberdayaan ke keberdayaan. Sementara itu, isu potensi litium di kawasan Bledug Kuwu juga menjadi sorotan penting. Agata Vanesa dan Dzil Mulki Heditama, mewakili tim dari Badan Geologi, menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan geologi, geokimia, dan geofisika, telah dilakukan pengambilan sampel di beberapa lokasi, yaitu Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, Bledug Dikil, Tanjung Sari, Crewe, Detil, Banjar, Kesongo, dan Jono. Hasil penyelidikan menunjukkan kadar litium paling tinggi ditemukan di Bledug Kuwu pada sampel air (36 – 135 ppm) dan sampel lumpur (76 – 645 ppm), serta di Bledug Cangkring pada sampel air (53 – 665 ppm) dan sampel lumpur (59 – 106 ppm). PPM (Parts Per Million) adalah satuan pengukuran yang digunakan untuk menyatakan konsentrasi unsur dalam larutan atau sampel. Temuan ini menunjukkan adanya indikasi kandungan litium di beberapa area tersebut. Hasil ini diperkuat oleh temuan anomali gravitasi, magnetik, dan resistivitas bawah permukaan yang menunjukkan potensi keberadaan mineral logam, termasuk litium. Badan Geologi menambahkan bahwa untuk memperoleh informasi lebih akurat mengenai kandungan litium, diperlukan tindak lanjut berupa pengeboran uji di lokasi-lokasi yang telah teridentifikasi. Selain potensi sumber daya alam, perhatian juga diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia. Huntal Hutapea memaparkan hasil evaluasi kebijakan penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Grobogan, yang hingga kini masih menjadi persoalan utama yang berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat kemiskinan. Menurut Huntal, beberapa penyebab tingginya angka ATS meliputi hambatan ekonomi, sosial, hingga budaya seperti pernikahan dini. Ia merekomendasikan penguatan perencanaan kebijakan melalui RAD ATS, sistem data dan monitoring yang terintegrasi, intervensi sosial-ekonomi untuk keluarga ATS, perluasan akses pendidikan nonformal, hingga pengembangan kurikulum adaptif dan peningkatan kapasitas tata kelola pendidikan. Ia menekankan bahwa upaya penanganan ATS harus melibatkan dua tim penggerak utama: di tingkat daerah dan desa/kelurahan, serta mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Diseminasi ini menandai pentingnya penggunaan hasil-hasil kajian sebagai landasan perumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Grobogan Tahun 2025–2029. Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, turut mengikuti kegiatan ini bersama perangkat daerah, media, organisasi masyarakat, serta akademisi. Bupati menutup sambutannya dengan ajakan reflektif, “Kini saatnya kita manfaatkan hasil kajian ini sebagai rujukan dalam menentukan arah pembangunan strategis ke depan. Menuju Grobogan Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, dengan semangat Mbangun Deso Noto Kutho.” (jsa)
Kabag PBJ Soroti Kepatuhan ASN terhadap Regulasi dan Peningkatan Kompetensi dalam Apel Pagi Pemkab Grobogan

Purwodadi— Pelaksanaan apel pagi rutin di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), Bappeda, BPPKAD, dan Satpol PP Kabupaten Grobogan, Senin (28/4/2025), bukan hanya sebagai kegiatan pembuka pekan, tetapi juga sebagai momen penting untuk menegaskan kembali komitmen terhadap disiplin dan kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) pada pedoman yang mengatur perilaku ASN. Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Setda Grobogan, Muhlisin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa apel rutin ini merupakan bentuk implementasi dari Kode Etik dan Kode Perilaku ASN. Kode etik ini berfungsi sebagai pedoman dalam bertindak, bersikap, dan berkomunikasi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Implementasi ini bukan hanya sebatas formalitas, melainkan sebuah komitmen bagi setiap ASN untuk menjaga profesionalisme dan integritas dalam setiap aspek tugas mereka. Kode Etik dan Kode Perilaku ASN, yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, menekankan pentingnya nilai integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam setiap aspek pekerjaan pemerintahan. Melalui kode etik ini, diharapkan setiap ASN tidak hanya menjaga sikap dan perilaku selama menjalankan tugas, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga reputasi institusi pemerintahan dengan senantiasa berpedoman pada hukum dan etika yang berlaku. Muhlisin menegaskan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan untuk meneguhkan kembali komitmen ASN dalam mematuhi standar etika dan profesionalisme yang diamanahkan. ASN sebagai abdi negara dituntut untuk terus memperkuat integritas dan komitmen terhadap tugas yang diemban, dengan kode etik yang menjadi panduan utama dalam memastikan pelayanan publik yang berkualitas. Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut, Muhlisin juga menyampaikan isu terkini mengenai pengadaan barang/jasa, khususnya kebijakan resiprokal tarif. Meskipun topik ini mendapat perhatian luas, terutama terkait kemungkinan impor, Pemkab Grobogan tetap berpegang pada regulasi yang ada. Saat ini, Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 yang mendorong penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa tetap menjadi acuan utama. Selama belum ada perubahan regulasi yang jelas, Pemkab Grobogan akan terus mengikuti instruksi tersebut demi mendukung penguatan ekonomi lokal serta kualitas produk dalam negeri. Di samping itu, Muhlisin juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi ASN. Peningkatan kompetensi bukan hanya terkait pemenuhan angka minimal jam pelatihan, tetapi juga harus berfokus pada peningkatan kualitas kerja yang signifikan. ASN diharapkan tidak hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap kemajuan daerah, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan pencapaian tujuan pembangunan daerah. Peningkatan kompetensi ASN harus selalu berorientasi pada hasil nyata yang memberikan dampak positif, terutama dalam pelayanan publik dan pencapaian pembangunan. Pemkab Grobogan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas ASN agar lebih responsif terhadap tantangan zaman, perubahan regulasi, dan lebih berfokus pada pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat. Dengan pemenuhan regulasi yang tepat, peningkatan kompetensi ASN, dan penguatan integritas dalam setiap aspek pengadaan barang/jasa, Pemkab Grobogan berharap dapat mewujudkan pembangunan daerah yang lebih efektif, efisien, dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (jsa)
Pengumuman Lelang Kendaraan Pemerintah Kabupaten Grobogan Tahun 2025

Syarat dan ketentuan berlaku, lebih lengkap silahkan KLIK DISINI
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Sekda Grobogan Fasilitasi Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih

Purwodadi—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus mendorong penguatan ekonomi berbasis desa melalui fasilitasi percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program nasional yang akan diluncurkan secara serentak pada 12 Juli 2025 ini merupakan inisiatif pemerintah pusat sebagai strategi memperluas akses ekonomi masyarakat desa dan memperkuat ketahanan sosial dari tingkat lokal. Sebagai bagian dari upaya koordinatif di tingkat daerah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., memimpin rapat koordinasi sekaligus sosialisasi program tersebut pada Kamis (24/4/2025) di MPP Srikandi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Grobogan dan melibatkan lintas sektor, antara lain Plt. Kepala DPMPTSP yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Dinas Pertanian, Dispemardes, para camat, serta kepala desa dan lurah. Sekda Anang Armunanto menjelaskan bahwa koperasi ini dirancang sebagai lembaga ekonomi serba usaha yang beranggotakan masyarakat desa, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian lokal. Pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari kebijakan nasional yang ditetapkan melalui arahan Presiden dalam rapat terbatas di Istana Negara, 3 Maret 2025 lalu, dengan target terbentuknya 80.000 koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Sekda Anang Armunanto menekankan bahwa meskipun program ini memiliki dasar hukum yang kuat melalui berbagai regulasi, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan dan peran aktif pemerintah desa serta perangkat daerah. Dalam hal ini, Pemkab Grobogan berperan sebagai pengarah, pengoordinasi, dan fasilitator yang memastikan dukungan lintas sektor berjalan dengan optimal. “Kepala desa tugasnya menginventarisasi potensi desa, termasuk keberadaan koperasi yang ada untuk disesuaikan. Kepada camat, saya minta agar turut menyampaikan dan mengawal proses ini bersama para kepala desa dan lurah di wilayah masing-masing,” ujar Sekda. Tahapan pembentukan koperasi telah disusun sejak Maret hingga Juni 2025. Setelah masa sosialisasi, setiap desa wajib menyelenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang menjadi forum utama untuk merumuskan pendirian koperasi, menyusun anggaran dasar, serta memilih pengurus dan pengawas koperasi. Dalam forum ini juga ditetapkan tujuh unit usaha pokok yang wajib dibentuk, yaitu kantor koperasi, klinik desa, apotek atau gerai obat murah, kios sembako, unit simpan pinjam, pergudangan atau cold storage, dan sistem logistik. Selanjutnya, hasil Musdesus akan ditindaklanjuti dengan rapat pendirian koperasi yang dituangkan dalam akta notaris dan diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh pengesahan badan hukum. Pemkab Grobogan siap mendukung seluruh proses ini dengan fasilitasi teknis dan koordinasi lintas instansi. Melalui kolaborasi lintas sektor dan kepemimpinan desa yang proaktif, Sekda berharap Koperasi Merah Putih tak sekadar menjadi program simbolis, melainkan benar-benar tumbuh sebagai tulang punggung ekonomi rakyat di tingkat desa. (jsa)
Parade Seni Budaya Grobogan 2025: Tari Goa Lawa Goa Macan Juara, Pelajar dan Masyarakat Ramaikan Jalanan Purwodadi

Purwodadi—Langkah gemulai para pelajar dari SMP Negeri 6 Purwodadi berhasil mencuri perhatian juri dan penonton dalam Parade Seni Budaya Hari Jadi ke-299 Kabupaten Grobogan. Dengan membawakan Tari Goa Lawa Goa Macan, mereka dinobatkan sebagai juara pertama setelah melewati penilaian ketat dari segi konsep, inovasi, penataan musik, hingga kekuatan penampilan. Pertunjukan ini juga membuat decak kagum penonton, terutama saat “macan” dan “kelelawar” muncul secara dramatis dari panggung, memberikan kesan mendalam dan kekuatan visual yang luar biasa. Juara kedua diraih Tari Bledug Kuwu dari SMPN 1 Purwodadi, disusul Tari Merang dari Subrayon 6 sebagai juara ketiga. Berturut-turut, Tari Kedung Ombo dari Subrayon 4, Tari Panen Raya dari SMPN 4 Purwodadi, dan Landmark of Purwodadi dari SMPN 1 Penawangan menempati peringkat keempat hingga keenam. Pengumuman disampaikan pada Rabu (23/4/2025), sehari setelah parade berlangsung. Parade ini sendiri digelar pada Selasa (22/4/2025) dan dimulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Grobogan, Bapak H. Sugeng Prasetyo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar selebrasi seremonial, tetapi bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Grobogan terhadap pelestarian budaya lokal. Seni dan budaya, menurutnya, adalah aset strategis dalam membentuk karakter generasi muda serta sebagai benteng nilai di tengah arus globalisasi. Sebanyak 20 kelompok tampil memeriahkan parade, terdiri dari delapan peserta pendukung dari unsur masyarakat dan dua belas peserta inti dari kalangan pelajar SMP/SMK. Seluruh peserta menampilkan tari kreasi dengan nuansa tradisional, yang mengangkat tema kelokalan Grobogan—mulai dari sejarah, lingkungan, hingga kehidupan sosial masyarakatnya. Masyarakat tampak antusias menyambut acara ini. Sejak siang hari, warga memadati ruas jalan di depan Masjid Baitul Makmur Purwodadi, tempat dimulainya parade. Sorak tepuk tangan mengiringi setiap penampilan, menunjukkan bahwa seni budaya tetap memiliki tempat hangat di hati publik. Sementara itu, Kepala Disporabudpar Grobogan, Wahono, menjelaskan bahwa parade ini merupakan bagian dari program pemajuan kebudayaan yang telah menjadi komitmen Bupati Grobogan. “Ini adalah reinkarnasi budaya dalam bentuk seni pertunjukan, sekaligus wadah kreativitas siswa,” ujarnya. Selain menjadi sarana pelestarian, lanjut Wahono, parade ini juga menjadi ajang adu kreativitas. Setiap peserta ditantang menampilkan gagasan orisinal dalam bentuk koreografi, musik, dan visual panggung. Kompetisi ini, katanya, mendorong pelajar dan seniman lokal untuk terus mengeksplorasi kekayaan budaya daerah secara adaptif. Dengan kemasan yang atraktif dan pesan yang kuat, parade ini menegaskan bahwa seni bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan bahasa masa kini yang mampu merawat identitas sambil menyapa masa depan. (jsa)
Panen Raya Jagung Tahap II di Toroh: Komitmen Grobogan Wujudkan Ketahanan Pangan

Toroh- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui dukungan nyata kepada para petani. Salah satunya terwujud dalam panen raya jagung tahap II yang digelar pada Rabu (16/4/2025) di Desa Genengsari, Kecamatan Toroh. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan yang diberikan Polres Grobogan kepada kelompok tani jagung di wilayah tersebut. Panen raya kali ini menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan produktivitas yang menunjukkan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., hadir untuk mewakili Bupati Grobogan, Bapak Setyo Hadi dalam kegiatan tersebut. Sekda Anang Armunanto, yang membacakan sambutan Bupati Setyo Hadi, menyampaikan bahwa panen ini merupakan hasil dari kerja keras petani sekaligus kontribusi nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional, sesuai dengan prinsip-prinsip ketahanan pangan yang diusung dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Komitmen Pemkab Grobogan untuk mendukung ketahanan pangan tidak hanya terlihat dari upaya peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung sektor ini, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta penguatan kelembagaan petani. Selain itu, pemerintah daerah juga berusaha meningkatkan kesejahteraan petani dengan menyediakan jaminan harga panen yang menguntungkan, memperkuat rantai distribusi, dan mendorong hilirisasi produk pertanian agar petani dapat memperoleh nilai tambah dari hasil olahannya. “Kita bisa lihat bersama, hari ini kita panen jagung tahap II, utamanya di wilayah Desa Genengsari, Kecamatan Toroh. Hasilnya bagus sekali. Harapannya, harga jual bisa melebihi biaya produksi yang dikeluarkan petani, sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pertaniannya. Petani jagung juga bisa menambah modal, mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, dan tentu saja meningkatkan kesejahteraan,” ujar Sekda Anang Armunanto setelah mengikuti kegiatan panen. Sekda Anang juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Grobogan atas bimbingan dan pembinaan yang diberikan kepada kelompok tani jagung. Sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, Polres Grobogan, dan petani menjadi kunci dalam kesuksesan program ini. Dengan semangat “Mbangun Desa, Nata Kutha”, pemerintah daerah menempatkan desa sebagai pilar utama dalam ketahanan pangan dan energi. Desa-desa di Grobogan berperan sebagai pusat produksi pangan yang mendukung kehidupan masyarakat, sementara kota berfungsi sebagai pusat administrasi, jasa, dan pasar. Panen raya ini lebih dari sekadar momen hasil pertanian. Ia merupakan simbol kekuatan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat yang secara bersama-sama berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Grobogan terus bergerak maju untuk memastikan masa depan pangan yang lebih mandiri, adil, dan sejahtera bagi seluruh warganya. Sinergi ini bukan hanya memastikan kebutuhan pangan saat ini, tetapi juga meletakkan dasar bagi ketahanan pangan yang kokoh di masa depan.
Pagelaran Kridhaning Dhuwung: Pelestarian Budaya Keris di Grobogan Hari Jadi ke-299

Purwodadi—Pagelaran Kridhaning Dhuwung Grobogan Bumi Pepali menjadi salah satu penanda semangat pelestarian budaya lokal dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-299 Kabupaten Grobogan.Diselenggarakan di Gedung Serbaguna Dewi Sri Purwodadi, Jumat (11/4/2025), acara ini mempertemukan ribuan keris dari berbagai penjuru Nusantara—masing-masing menyimpan filosofi, cerita, dan nilai historis yang terkandung dalam tiap bilahnya. Pagelaran ini berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu (13/4/2025). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Grobogan, Setyo Hadi, didampingi Wakil Bupati Sugeng Prasetyo serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Hadir pula Sekretaris Daerah Grobogan, Anang Armunanto, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Kurnia Saniadi, M.Si., bersama unsur pemerintah lainnya, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini. Bupati Grobogan, Bapak Setyo Hadi, mengungkapkan bahwa acara ini bukan sekadar ajang menampilkan keris sebagai benda pusaka, tetapi juga sebagai wahana edukasi budaya. Di tengah derasnya arus globalisasi, pusaka leluhur ini membawa nilai-nilai kearifan lokal, identitas, dan filosofi hidup yang perlu terus dikenalkan—khususnya kepada generasi muda. Lebih dari 125 peserta ambil bagian dalam gelaran dan bursa tosan aji bertajuk Nggugah Pusaka Bumi Pepali. Koleksi yang ditampilkan mencakup ribuan keris dari era Kerajaan Singosari hingga Medang Kemulan, bahkan nyaris mencapai belasan ribu bilah. Acara ini terbagi menjadi dua sesi: pertama, koleksi milik paguyuban dalem Grobogan; kedua, koleksi para pebursa dari luar daerah seperti Sala, Jakarta, Bojonegoro, Tuban, Madura, Lombok, hingga Palembang. Selain bilah tosan aji, turut dipajang pula berbagai batu akik dan aksesori pusaka lainnya. Menariknya, keterlibatan aparatur sipil negara dalam acara ini bukan sekadar seremonial. Di antara barisan pusaka yang dipamerkan, terdapat sejumlah koleksi pribadi milik Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Kurnia Saniadi, M.Si., yang turut serta sebagai peserta. Kiprah Asisten Pemerintahan dan Kesra ini menjadi penanda bahwa kecintaan pada warisan budaya bisa tumbuh dari ruang-ruang birokrasi—melalui pribadi-pribadi yang memahami makna dan menjunjung nilai leluhur. Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, Sekda Anang Armunanto juga mengapresiasi karya kerajinan daerah dengan membeli cincin batu King Safir dari salah satu pelaku UMKM yang turut serta dalam acara ini. Langkah ini menggambarkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Melalui peran ASN dan kolaborasi lintas komunitas seperti Oemah Keris Grobogan, Grobogan Bumi Pepali, dan Senapati Nusantara, acara ini bukan hanya ajang apresiasi seni warisan, tapi juga ruang refleksi. Bahwa budaya tidak hanya hidup dalam ingatan masa lalu, melainkan terus bernapas dalam tindakan, pemahaman, dan kesadaran kolektif lintas generasi.
Sekda Grobogan Tinjau Langsung Kendaraan Dinas, Tekankan Tanggung Jawab Pengelolaan Fasilitas Negara

Purwodadi— Perawatan kendaraan dinas bukan hanya urusan teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab atas penggunaan fasilitas negara yang melekat pada jabatan publik. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Anang Armunanto saat memimpin apel kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Daerah, Jumat (11/4/2025). Apel yang berlangsung di depan Pendapa Kabupaten ini menyasar mobil-mobil dinas operasional di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Grobogan. Satu per satu kendaraan dicek langsung oleh Sekda, mulai dari kelayakan mesin hingga kebersihan dan tampilan luar kendaraan. Pemeriksaan ini, menurut Sekda, bukan inspeksi mendadak, melainkan bentuk pengecekan alami terhadap kondisi kendaraan dinas sebagaimana adanya. “Bukan sidak ya,” kata Sekda Anang Armunanto, “Tetapi pengen saya sebenarnya natural. Apa sih yang ada saat ini”. Lebih lanjut beliau menekankan bahwa pengecekan ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama seluruh pengguna kendaraan dinas, termasuk dirinya sebagai pimpinan perangkat daerah. “Ini bagian dari tugas kita, bagian tanggung jawab kita, termasuk tanggung jawab saya juga sebagai kepala perangkat daerah di Setda ini, untuk memastikan kendaraan dinas yang dititipkan kepada kita untuk menunjang tugas-tugas operasional dinas kita itu tersedia dengan baik, layak, terawat dengan baik, dan kita punya tanggung jawab untuk melakukan itu semuanya,” tegasnya. Beliau mengaku memahami bahwa pada dasarnya kendaraan dinas dirawat rutin oleh para pengguna. Namun, setelah melihat langsung kondisi terkini, beliau menilai masih ada kekurangan yang bisa dibenahi, khususnya pada aspek kebersihan. “Saya sudah percaya sudah dirawat setiap hari, tetapi kalau melihat existing hari ini, rata-rata yang ada di kap mobil itu tidak terawat dengan bagus. Ya, walaupun fungsinya mesinnya baik, tapi kalau terlihat tidak banyak kotoran, lebih baik,” ujarnya. Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa fasilitas dinas adalah aset negara yang harus dijaga. Merawat kendaraan bukan semata demi performa teknis, tetapi juga sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik atas pemanfaatan barang milik daerah. Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, pemeliharaan kendaraan dinas merupakan tanggung jawab pengguna barang untuk menjaga agar aset tetap berfungsi optimal dan tidak mengalami penurunan kualitas secara dini akibat kelalaian dalam perawatan. Dengan menjaga kebersihan dan kelayakan kendaraan, aparatur sipil negara menunjukkan komitmen terhadap efisiensi anggaran, penghormatan terhadap aset negara, dan integritas birokrasi. Langkah sederhana ini mencerminkan wajah pelayanan publik yang bertanggung jawab serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.
Pendidikan Jadi Prioritas, Sekda Grobogan Soroti Program Unggulan Bupati-Wakil Bupati Saat Halalbihalal

Kedungjati—Sekolah bukan hanya tempat mengajar, tapi tempat menanam nilai. Di sinilah karakter dibentuk, mimpi dimulai, dan masa depan diletakkan di pundak generasi muda. Maka, ketika bicara pendidikan, Pemerintah Kabupaten Grobogan bicara tentang masa depan daerah ini sendiri. Mewakili Bupati Grobogan, Sekretaris Daerah Anang Armunanto menyampaikan bahwa Bupati menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri halal bihalal keluarga besar Dinas Pendidikan Korwilcam Kedungjati, Kamis (10/4/2025). Salah satu program unggulan kepala daerah di bidang pendidikan adalah bantuan subsidi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki prestasi. “Jadi, nanti kalau ada warga masyarakat, yang berprestasi, pinter tapi tidak mampu kuliah, akan dibantu untuk bisa kuliah,” ucap Sekda. Komitmen terhadap dunia pendidikan juga diwujudkan melalui upaya perbaikan sarana prasarana sekolah. Pemerintah Kabupaten Grobogan menargetkan renovasi sekolah-sekolah yang kondisinya belum baik secara bertahap, masif, dan berkelanjutan. Fokusnya adalah memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal dan anak-anak bisa belajar di tempat yang aman, nyaman, dan kondusif. “Lingkungan belajar yang sehat secara fisik akan membantu tumbuhnya generasi yang kuat secara mental dan intelektual,” jelasnya. Lebih jauh, Sekda menyoroti pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam pembangunan manusia. Program “Mengaji di Sekolah” serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal tengah digalakkan sebagai bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Grobogan. Keduanya dirancang sebagai respons terhadap keprihatinan atas lunturnya karakter budaya dan akhlak mulia di kalangan generasi muda. Sekolah diharapkan tak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tapi juga membentuk pribadi-pribadi yang santun dan berbudi pekerti. Di hadapan para guru dan tenaga kependidikan, Sekda juga menyinggung pentingnya integritas dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. “Kalau sudah masuk dalam ranah ASN, ya harus siap ditempatkan di mana saja. Walaupun Pak Bupati, kita semua berupaya melakukan pendekatan-pendekatan dengan tempat mengajar. Maka, melekat tadi: disiplin,” tegasnya. Menutup sambutannya, Sekda membacakan pesan Bupati tentang pentingnya kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun dunia pendidikan. Ia mengutip peribahasa: “Kalau lidi hanya sebatang, itu akan rapuh, mudah dipatahkan, mudah dihancurkan, dan tak bermakna. Tetapi kalau lidi itu menyatu dalam satu ikatan, maka akan menjadi kuat karena bisa saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.” Semangat membangun desa dan menata kota—Mbangun Deso Noto Kuto—tak akan berarti jika tidak dimulai dari membangun manusia. Dari ruang-ruang kelas, dari guru-guru yang mengajar dengan hati, dan dari anak-anak yang didukung untuk bermimpi setinggi langit. (jsa)
Halal Bihalal Bersama ASN Dinas Pertanian, Bupati Grobogan Ajak Jaga Semangat Kerja

Purwodadi — “Saya kalau dolan ke (Dinas) Pertanian jangan diistimewakan, cukup kopi saja,” ujar Bupati Grobogan Setyo Hadi, Kamis (10/4/2025), di hadapan keluarga besar Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan. Ucapan yang disampaikan dengan nada santai itu sontak mengundang senyum, sekaligus mencerminkan sikap sederhana yang ingin beliau bawa dalam tata kelola pemerintahan. Halal bihalal yang digelar pada Kamis pagi, 10 April 2025, di halaman kantor Dinas Pertanian menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara pimpinan daerah dan aparatur sipil negara. Di tengah suasana santai dan kekeluargaan, Bupati memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan sejumlah pesan kerja kepada jajarannya. “Jangan ngglethak karena ada refocusing, tapi tetap semangat dan bekerja lebih baik lagi. Jangan ngenthengne pekerjaan, jangan menunda-nunda pekerjaan,” tegas beliau. Sebagai pemimpin baru yang dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati menekankan pentingnya membangun sinergi dari tingkat paling dasar. “Tak kenal maka tak sayang. Berhubung saya Bupati yang baru saja dilantik pada tanggal 20 Februari kemarin, maka pagi hari ini saya memutuskan untuk hadir di tengah-tengah panjenengan, supaya kita bisa saling mengenal antara satu dengan yang lain,” ucap beliau. Beliau menegaskan bahwa silaturahmi seperti ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun hubungan kerja yang sehat dan produktif. “Namanya Bupati yang sebagai Pemimpin atau Kepala Daerah, harus mengenali para pegawai yang ada di lingkungan pemerintahannya. Kenapa saya lakukan seperti ini? Supaya tercipta hubungan yang baik dan membentuk sinergi yang lebih kuat antara kami dengan panjenengan semua,” terangnya. Dalam sambutannya, Bupati juga menyinggung pentingnya sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, beliau menilai kerja birokrasi di bidang ini harus dilandasi dengan kepercayaan dan soliditas antarsesama. “Apalagi sektor pertanian di Kabupaten Grobogan merupakan sektor yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Grobogan, dan peran Dinas Pertanian sangat besar dalam mewujudkan ketahanan pangan maupun kesejahteraan petani yang ada di daerah kita,” ungkap beliau. “Ketika hubungan sudah terjalin dengan baik, kerja pun jadi enak dan nyaman. Sehingga, kesejahteraan petani dan masyarakat bisa terwujud,” lanjut beliau. Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Dinas Pertanian dalam mendukung visi pembangunan daerah. “Saya ingin ketemu, silaturahmi sekaligus halal bihalal bersama keluarga besar Dinas Pertanian, yang terus berjuang sehingga Grobogan bisa menjadi daerah Lumbung Pangan tingkat Jawa Tengah bahkan tingkat Nasional,” tuturnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Amin Nur Hatta, dalam laporannya menyampaikan harapan agar kegiatan halal bihalal ini mampu mempererat solidaritas di antara para pegawai. “Menyambung silaturahmi satu ikatan sebagai Dinas Pertanian,” ujarnya. (jsa)