Daftar Nilai Pelaksanaan Selkom PPPK Periode 2 Formasi Tahun 2024 Pemkab Grobogan

TILOK KANTOR REGIONAL I BKN YOGYAKARTA No Hari/Tanggal Sesi Hasil Seleksi Kompetensi 1 Senin, 28 April 2025 1 2 Senin, 28 April 2025 2 3 Senin, 28 April 2025 3 TILOK AUDITORIUM RRI SAMARINDA (LOKASI BKN SAMARINDA 1) No Hari/Tanggal Sesi Hasil Seleksi Kompetensi 1 Selasa, 6 Mei 2025 3 Belum Tersedia TILOK AUDITORIUM K.H. IDHAM CHALID (LOKASI BKN BANJARBARU 1) No Hari/Tanggal Sesi Hasil Seleksi Kompetensi 1 Jumat, 9 Mei 2025 2 Belum Tersedia TILOK UTC CONVENTION (LOKASI BKN SEMARANG 1) No Hari/Tanggal Sesi Hasil Seleksi Kompetensi 1 Jumat, 9 Mei 2025 2 2 Sabtu, 10 Mei 2025 1 3 Sabtu, 10 Mei 2025 2 4 Sabtu, 10 Mei 2025 3 5 Minggu, 11 Mei 2025 1 6 Minggu, 11 Mei 2025 2 7 Minggu, 11 Mei 2025 3 TILOK GEDUNG GRAHA ANGKASA PURA 1 (LOKASI BKN JAKARTA 1) No Hari/Tanggal Sesi Hasil Seleksi Kompetensi 1 Minggu, 11 Mei 2025 1 TILOK ANGKASA GARDEN (LOKASI BKN PEKANBARU 1) No Hari/Tanggal Sesi Hasil Seleksi Kompetensi 1 Senin, 12 Mei 2025 3 Belum Tersedia TILOK UNIVERSITAS SABURAI (LOKASI BKN LAMPUNG) No Hari/Tanggal Sesi Hasil Seleksi Kompetensi 1 Rabu, 14 Mei 2025 2 Belum Tersedia

Menghidupkan Wisata Lokal dari Tengah Pemerintahan: Fun Touring Forkopimda Menuju Kedung Ombo

Geyer— Ketika sebuah wilayah ingin membangun dari kekuatannya sendiri, maka yang dibutuhkan bukan hanya rencana besar, tetapi langkah nyata yang dimulai dari para pemimpinnya. Dalam setiap perjalanan yang dilakukan bersama, selalu ada pesan simbolik: bahwa pemerintah hadir, melihat, dan mau mendengar langsung denyut harapan masyarakat di lapangan. Pagi itu, Jumat (9/5/2025), suasana Pendapa Kabupaten Grobogan tampak berbeda. Sejak pukul 6 pagi, Bupati Grobogan Setyo Hadi, Wakil Bupati H. Sugeng Prasetyo, dan Sekretaris Daerah Anang Armunanto, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersiap memulai fun touring ke kawasan wisata Kedung Ombo. Dengan sepeda motor sebagai kendaraan utama, perjalanan ini bukan sekadar sarana pelepas penat, tetapi bagian dari upaya membangkitkan kembali perhatian terhadap destinasi lokal yang menyimpan potensi besar. “Acara ini diselenggarakan Forkopimda dalam rangka meneguhkan bersama semangat kita menggiatkan pariwisata lokal di Grobogan. Kemudian, Ibu Bapak semuanya, utamanya yang berusaha atau berjualan di sini, BUM Des-nya semoga semakin maju, Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang jualan juga semakin sejahtera,” ujar Sekda Anang Armunanto sesampainya di lokasi. Kunjungan ini juga menjadi momen untuk mengingatkan kembali bahwa Grobogan tidak kekurangan destinasi. Dari Kedung Ombo yang menyuguhkan panorama waduk dan semilir angin, hingga kawasan Jatipohon, Bledug Kuwu, Sendang Keongan, Air Terjun Widuri, dan Air Terjun Gulingan—semuanya menyimpan daya tarik yang belum sepenuhnya tergali. “Sebenarnya banyak wisata lokal kita yang mungkin Bapak-Ibu sekalian belum semua mengunjungi karena belum tahu. Tapi nyatanya ketika kita datang ke tempat seperti ini, Alhamdulillah, luar biasa. Sangat menyenangkan,” tambah Sekda. Lebih lanjut, Sekda juga mengajak masyarakat untuk mulai mencintai dan mengenal kekayaan daerahnya sendiri. “Monggo kita sosialisasikan, kita sebarkan kepada warga masyarakat, kalau berwisata, ya wisata lokal milik kita,” tambahnya. Pesan yang ingin disampaikan jelas: wisata lokal adalah milik bersama yang harus dirawat, dikenalkan, dan dikembangkan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, serta sinergi antar-lembaga. Dan semua itu harus dimulai dari hal sederhana: percaya pada potensi sendiri. Dengan menghadirkan para pimpinan daerah secara langsung ke jantung destinasi lokal, harapannya semangat ini bisa menular ke lebih banyak pihak—bahwa membangun tidak harus selalu dengan proyek besar, tetapi bisa dimulai dari kehadiran yang tulus dan langkah kecil yang konsisten. Dari perjalanan ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali menegaskan komitmennya: pembangunan tak hanya tentang angka dan laporan, tetapi juga tentang mendekatkan kesejahteraan kepada rakyat dan memberi ruang bagi potensi lokal untuk bersinar. (jsa)

Musrenbang RPJMD Grobogan 2025–2029: Membangun Masa Depan Kabupaten Grobogan yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan

Purwodadi— Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun 2025–2029 digelar pada Senin (5/5/2025) di kawasan wisata Jatipohon Indah, Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan. Dua hari setelahnya, tepatnya pada Rabu (7/5/2025), proses perumusan berlanjut dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Gedung Riptaloka. Pemilihan lokasi Musrenbang yang terletak di luar Pendapa Kabupaten ini bukan sekadar keputusan teknis, tetapi juga mencerminkan filosofi dasar pembangunan yang berfokus pada penguatan desa. Selain itu, lokasi ini juga mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk mendukung potensi lokal, khususnya sektor pariwisata dan UMKM, yang menjadi pilar penggerak utama ekonomi kerakyatan. Dalam sambutannya, Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan bahwa Musrenbang ini merupakan langkah bersama untuk merumuskan RPJMD yang akan menentukan arah masa depan Kabupaten Grobogan. Beliau memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih, seperti pertumbuhan ekonomi yang positif, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta peningkatan pendapatan per kapita masyarakat. Namun, tantangan pembangunan yang dihadapi masih sangat besar. Angka kemiskinan yang masih tinggi, kualitas SDM yang belum optimal, tingginya angka stunting, serta permasalahan bencana banjir dan kekeringan, menjadi isu-isu yang perlu segera ditangani bersama. “Dengan semangat melayani masyarakat, ‘Mbangun Deso Noto Kutho’, mari kita tangani permasalahan pembangunan yang ada. Insya Allah dengan sinergi dan kolaborasi bersama, kita pasti bisa,” ujar Bupati. Usai membuka Musrenbang, Bupati juga meluncurkan branding baru Kabupaten Grobogan dengan tagline “Gumreget, Gumregah, Gumregut.” Branding ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol identitas visual pemerintahan daerah, tetapi juga menjadi semangat kolektif lintas waktu yang akan memandu arah pembangunan Kabupaten Grobogan secara berkelanjutan. Filosofi dari ketiga kata tersebut dipaparkan langsung oleh Bupati Setyo Hadi. Gumreget menggambarkan tekad dan niat yang kuat untuk bergerak. Gumregah mengandung semangat untuk bangkit dan melakukan perubahan positif, sementara Gemregut mencerminkan langkah nyata dan konsistensi dalam meraih tujuan. Menurut beliau, ketiga kata ini menggambarkan proses transformatif yang dimulai dengan kesadaran batin, dilanjutkan dengan kebangkitan semangat, dan diakhiri dengan aksi konkret. Penyusunan RPJMD Grobogan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis. Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, memimpin pelaksanaan FGD pada Rabu (7/5/2025) di Gedung Riptaloka. FGD yang digelar dua hari setelah Musrenbang ini menjadi ruang diskusi teknokratik untuk menggali dan merumuskan isu-isu strategis pembangunan. Berbagai elemen masyarakat turut serta dalam forum ini, mulai dari unsur pemerintahan, DPRD, akademisi, pelaku usaha, media, hingga kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, anak, dan lansia. Pendekatan inklusif ini memperlihatkan komitmen Pemkab Grobogan dalam menjadikan RPJMD sebagai dokumen yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga adil dan berkeadilan sosial. Sekda Anang Armunanto memimpin forum ini dan menyampaikan visi Grobogan ke depan, yakni Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Visi “Maju” dimaknai sebagai daerah dengan daya saing ekonomi yang tinggi, modern, dan adaptif terhadap teknologi. “Sejahtera” berarti terpenuhinya kebutuhan dasar secara merata, meningkatnya pendapatan, serta terciptanya kebahagiaan lahir dan batin. Sementara itu, “Berkelanjutan” menunjukkan komitmen terhadap lingkungan dengan menjaga kualitas udara, air, dan mengelola dampak pembangunan secara bertanggung jawab. Misi RPJMD ini mencakup beberapa poin penting, antara lain menguatkan pertumbuhan dan daya saing ekonomi berbasis sektor unggulan, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang sehat, cerdas, dan berbudaya, membangun infrastruktur yang handal dan merata, serta meningkatkan ketangguhan wilayah dan kualitas lingkungan hidup. Selain itu, RPJMD juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik dengan penguatan reformasi birokrasi. RPJMD disusun dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Pendekatan yang digunakan mencakup aspek teknokratik, partisipatif, politis, serta holistik-tematik, integratif, dan spasial, sesuai dengan ketentuan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan Inmendagri Nomor 2 Tahun 2025. Meski RPJMD ini merupakan dokumen lima tahunan, semangat dan arah yang terkandung di dalamnya, termasuk nilai-nilai dari branding daerah, dirancang untuk melampaui masa jabatan kepala daerah. Dengan visi “Grobogan Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” Pemkab Grobogan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berpihak pada rakyat, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Lewat Musrenbang dan FGD RPJMD ini, arah masa depan Grobogan mulai digoreskan. Harapannya, bukan sekadar menjadi dokumen formal, tetapi menjadi tonggak awal lompatan besar bagi Grobogan untuk menjadi kabupaten yang berdaya saing, inklusif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai lokal. (jsa)

Penyerahan Surat Keputusan CPNS Formasi 2024 di Lingkungan Kabupaten Grobogan Secara Digital

Pemerintah Kabupaten Grobogan pada hari Rabu, 7 Mei 2025 jam 08.00 pagi bertempat di Pendopo Kabupaten Grobogan menyelenggarakan penyerahan Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024.       Kegiatan dihadiri Bupati Grobogan Bapak Setyo Hadi, Wakil Bupati Grobogan Bapak H Sugeng Prasetyo,  SE., MM, Ketua DPRD Kabupaten Grobogan Ibu Hj. Lusia Indah Artani, SE., MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Bapak Anang Armunanto, S.Sos., M.Si, Kepala Kantor Regional I BKN Yogyakarta Drs. Paulus Dwi Laksono Haryono, M.AP., Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Grobogan Bapak Catur Suhantoro, SH., MM, Kepala BKPPD Kabupaten Grobogan Bapak Padma Saputra, S.Sos, MM, Pimpinan Bank Jateng Kantor Cabang Purwodadi Ibu Woro Handayani. Tamu Undangan dari Kepala Perangkat Daerah Se-Kabupaten Grobogan.         Pada kegiatan tersebut Pemerintah Kabupaten  Grobogan bersinergi dengan Bank Jateng  menyerahkan Surat Keputusan CPNS beserta buku tabungan dan ATM secara simbolis. Surat Keputusan diserahkan langsung oleh Bupati Grobogan secara simbolis, kepada perwakilan penerima, di ikuti dengan Surat Keputusan CPNS secara digital melalui aplikasi SIPPASN dengan akun masing-masing peserta penerima SK CPNS Formasi Tahun 2024 sejumlah 139 CPNS.

Wakil Bupati Grobogan Apresiasi Penyaluran Zakat Modal Usaha bagi UMKM

Purwodadi – Bagi sebagian orang, Rp2.500.000 mungkin bukan angka besar. Tapi bagi para pedagang kecil dan pelaku usaha rumahan yang selama ini berjuang di batas cukup dan tidak, angka itu bisa menjadi titik balik. Sebuah modal kecil untuk harapan yang lebih besar. Rabu (7/5/2025), harapan itu mulai digenapi lewat kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), Pembekalan, dan Pendistribusian Modal Usaha Mustahik Produktif Program Pemberdayaan Ekonomi (PKE) Tahap II yang digelar oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah di salah satu hotel di Purwodadi. Wakil Bupati Grobogan, H. Sugeng Prasetyo, hadir langsung memberikan dukungan dan menyapa para penerima manfaat yang datang dari tujuh kabupaten: Grobogan, Blora, Demak, Rembang, Sragen, Klaten, dan Wonogiri. Dalam program ini, sebanyak 42 mustahik produktif menerima bantuan modal usaha senilai total Rp125.850.000. Bantuan tersebut diberikan secara langsung kepada para penerima yang telah melalui proses seleksi, pembekalan, dan pendampingan. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Grobogan, saya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang telah melaksanakan program bantuan modal usaha bagi para mustahik produktif,” ujar Wakil Bupati dalam sambutannya. Beliau menilai program ini sebagai bentuk nyata pemanfaatan zakat yang dikelola secara terarah, profesional, dan penuh tanggung jawab. Bagi Pemerintah Daerah, keberadaan program seperti ini bukan sekadar penyaluran dana, tetapi bagian dari upaya memperkuat pondasi ekonomi masyarakat. Wakil Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga amil zakat, agar pentasharufan zakat mampu menjangkau lebih banyak warga yang benar-benar membutuhkan. “Zakat yang dikelola dengan baik mampu melengkapi berbagai program pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan, terutama melalui pemberdayaan pelaku usaha kecil yang selama ini bertahan di tengah tekanan ekonomi,” kata beliau. Beliau juga mendorong BAZNAS Kabupaten Grobogan agar terus memperkuat tata kelola zakat yang akuntabel dan transparan. Selain itu, potensi zakat profesi dari jajaran ASN dan instansi vertikal diharapkan dapat dimaksimalkan sebagai sumber kekuatan bersama dalam mendukung program pemberdayaan. Harapan Wakil Bupati tak berhenti pada angka dan nominal. Beliau mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga bentuk solidaritas sosial yang mampu menggerakkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Dari zakat yang dikumpulkan dengan niat baik dan disalurkan secara tepat, tumbuh benih-benih usaha baru. Warung kecil bisa berbenah, gerobak bisa kembali bergerak, dan keluarga yang semula hanya bertahan kini punya peluang untuk berkembang. Zakat yang tak hanya menolong hari ini, tetapi membuka jalan esok hari. (jsa)

Koperasi Desa Merah Putih Digenjot di Grobogan, Menteri Budi Arie: Ini Arus Utama Baru Ekonomi Pedesaan

Tanggungharjo— Desa Kapung di Kecamatan Tanggungharjo menjadi saksi dimulainya langkah besar dalam pemberdayaan ekonomi berbasis desa di Kabupaten Grobogan. Pada Selasa, 6 Mei 2025, Musyawarah Desa Khusus atau Musdesus untuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih resmi digelar. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi. Kehadiran menteri bersama jajaran pejabat pusat menandai pentingnya percepatan pembentukan koperasi ini sebagai strategi pembangunan ekonomi pedesaan. Budi Arie hadir bersama Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, dan Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Ketiganya menyampaikan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong percepatan pendirian Koperasi Desa Merah Putih, khususnya di Grobogan sebagai salah satu kabupaten percontohan di Jawa Tengah. “Kopdes Merah Putih adalah arus utama baru dalam pembangunan ekonomi pedesaan. Ketika desa-desa bisa mandiri secara ekonomi, negara kita juga akan kokoh,” tegas Budi Arie dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa koperasi desa tidak boleh berhenti pada tataran administratif atau seremoni belaka. Pendirian koperasi harus dilakukan secara serius, dengan pendampingan berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak. Terkait permodalan koperasi, kata dia, selain bersumber dari anggota dalam bentuk simpanan pokok atau simpanan wajib, pemerintah, menurutnya, akan terus hadir serta mendorong partisipasi lembaga keuangan, khususnya Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), dan pihak-pihak lain. Dalam sambutannya, Budi Arie juga mengungkapkan tantangan yang sering dihadapi dalam proses pendirian koperasi desa. “Musuhnya koperasi desa atau kelurahan Merah Putih itu ada tiga, ketakutan, kecurigaan, dan keragu-raguan. Padahal negara ini dibangun karena optimisme, bukan keragu-raguan,” tegasnya. Menteri Koperasi mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk optimis dan percaya bahwa koperasi desa adalah kunci dalam mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa. Dukungan juga akan mencakup aspek teknis dan manajerial, termasuk kemitraan dengan badan usaha milik negara untuk penguatan logistik dan kerja sama dengan perbankan guna memastikan akuntabilitas keuangan koperasi. “Saat ini, secara nasional sudah lebih dari 5.700 desa melaksanakan Musdesus. Potensi lapangan kerja dari gerakan ini kita perkirakan bisa mencapai dua juta,” ungkapnya. Pemerintah Kabupaten Grobogan pun bergerak cepat. Bupati Grobogan, Setyo Hadi, dalam laporannya menyampaikan langkah-langkah konkret yang telah ditempuh dalam rangka mendukung percepatan pembentukan koperasi desa. “Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk proses percepatan pendirian KDMP, dengan menyusun tenggang waktu yang dijadwalkan. Rapat koordinasi telah kami laksanakan pada 24 April 2025, dipimpin oleh Sekretaris Daerah dan dihadiri oleh camat, OPD terkait, kepala desa, BPD, pegiat koperasi, Gapoktan, BUMD, tenaga ahli atau pendamping desa, serta unsur lainnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Grobogan telah menerbitkan Surat Edaran Bupati yang berisi petunjuk teknis percepatan pembentukan koperasi desa. Dalam edaran tersebut, desa-desa diminta untuk segera melakukan pendataan potensi usaha sebagai dasar pembentukan koperasi dan menjadwalkan pelaksanaan Musdesus. Meskipun hingga 5 Mei 2025 baru 15 desa yang telah menyelenggarakan Musdesus, hampir seluruh desa telah menjadwalkan pelaksanaannya. Pemerintah menargetkan seluruh 273 desa dan 7 kelurahan di Kabupaten Grobogan telah melaksanakan Musdesus atau Muskel paling lambat pada 16 Mei 2025. “Biaya pembuatan akta notaris pendirian koperasi dibantu oleh Bank Jateng, bekerja sama dengan Ikatan Notaris Indonesia Grobogan yang memenuhi ketentuan kerja sama. Kami sampaikan terima kasih kepada Bank Jateng Cabang Purwodadi,” tambah Bupati. Di balik semua dinamika percepatan ini, satu hal yang menjadi pijakan adalah semangat kemandirian desa melalui koperasi yang sehat dan berdaya. Koperasi bukan hanya wadah ekonomi, tetapi juga cerminan kesanggupan masyarakat desa untuk mandiri dan berperan aktif dalam pembangunan. Inilah semangat yang kini sedang tumbuh di Grobogan. Dari desa, hadir harapan baru untuk Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera. (jsa)

Pesta Siaga 2025 Kabupaten Grobogan Meriah dan Penuh Makna!

Grobogan, 4 Mei 2025 – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Grobogan menyelenggarakan kegiatan Pesta Siaga di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan. Acara ini diikuti oleh 19 Kwartir Ranting se-Kabupaten Grobogan. Kegiatan diawali dengan penampilan tari jingle Pesta Siaga 2025 oleh seluruh peserta, dipandu langsung oleh petugas dari Kwartir Cabang Grobogan. Pesta Siaga secara resmi dibuka oleh Bunda Suyatun Setyo Hadi, istri Bupati Grobogan, yang ditandai dengan pelepasan balon merah putih ke udara. Kemeriahan acara tampak dari antusiasme dan keceriaan para Pramuka Siaga yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, Bunda Hadi menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta. “Anak-anak ini bukan sekadar harapan masa depan, mereka adalah generasi masa kini yang tengah bertumbuh. Mari kita dampingi mereka dengan cinta dan keteladanan,” ujarnya dengan penuh kasih. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Grobogan, Kak Agus Siswanto, menyampaikan bahwa Pesta Siaga bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang mendalam. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai penting seperti tanggung jawab, keberanian, dan semangat juang sejak dini. Ini adalah proses pembentukan manusia yang utuh,” ungkapnya. Kehadiran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Kwarcab, dan ketua Kwarran se-Kabupaten Grobogan menambah semangat peserta dan pembina. Dukungan para tokoh ini menjadi motivasi tersendiri dalam membina generasi muda yang tangguh.

Menjaga Makna May Day: Seruan Damai Wakil Bupati Grobogan dan Komitmen Presiden untuk Buruh Indonesia

Purwodadi— Insiden bentrok antara sebagian massa aksi dan aparat kepolisian dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang, Kamis (1/5/2025), menjadi catatan tersendiri di tengah semangat solidaritas buruh yang secara umum berlangsung damai di berbagai daerah. Wakil Bupati Grobogan, H. Sugeng Prasetyo, menyampaikan penyesalannya atas kejadian tersebut, yang menurutnya telah menciderai nilai luhur perjuangan kaum pekerja. “Mengecam keras tindakan anarkis pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang,” ujar Wabup Sugeng Prasetyo. Ia menilai bahwa kekerasan bukanlah jalan keluar dalam menyuarakan pendapat, apalagi jika mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan korban dari kedua belah pihak. “Unjuk rasa adalah bagian sah dari demokrasi. Tapi ketika diwarnai kekerasan dan perusakan, maka nilai-nilai itu justru tercoreng,” lanjutnya. Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan dalam koridor hukum. “Jangan mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin membuat kericuhan. Mari kita jaga bersama suasana yang aman dan kondusif.” Wabup Sugeng Prasetyo turut menyoroti kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan May Day tingkat nasional di Monas, Jakarta. Menurutnya, kehadiran langsung Kepala Negara dalam acara yang diikuti lebih dari 200.000 buruh dari berbagai daerah menjadi bukti nyata kepedulian dan keberpihakan terhadap kaum pekerja. “Ini menunjukkan bahwa Presiden benar-benar hadir bersama buruh, mendengarkan aspirasi mereka, dan berkomitmen untuk menjawabnya dengan kebijakan nyata,” tegasnya. Mengacu pada rilis resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres), Presiden menyampaikan sejumlah langkah konkret, antara lain pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, percepatan pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), pembentukan Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta penguatan perlindungan bagi pekerja sektor perikanan dan pelaut. Pemerintah juga menyatakan dukungan penuh terhadap pengesahan Undang-undang Perampasan Aset sebagai bagian dari upaya serius memberantas korupsi dan memperkuat kepastian hukum. (Peringatan Mayday 2025 Kabupaten Grobogan: para buruh mengikuti senam bersama dalam rangka Hari Buruh Internasional) Menurut Wabup Sugeng, berbagai komitmen tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap buruh, sekaligus menjadi harapan baru bagi para pekerja di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Grobogan. “Kami di daerah siap mendukung kebijakan pusat yang berpihak pada buruh, dengan terus menjaga iklim ketenagakerjaan yang sehat dan kondusif,” ungkapnya. Peringatan Hari Buruh tahun ini secara umum berlangsung tertib dan damai. Insiden yang terjadi di Semarang menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penyusupan kelompok yang ingin menciderai perjuangan buruh. Di tengah dinamika demokrasi, pesan damai dari Wakil Bupati dan komitmen keberpihakan Presiden menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh adalah perjuangan semua pihak. Semangat dialog, kolaborasi, dan perlindungan yang adil harus terus diperkuat demi masa depan pekerja Indonesia yang lebih sejahtera. (jsa)

Wakil Bupati Grobogan turut prihatin aksi anarkis

GROBOGAN – Wakil Bupati grobogan, Sugeng Prasetyo turut prihatin atas terjadinya demo yang berujung anarkis peringatan may day di depan kantor Gubernur Jawa Tengah beberapa waktu lalu.Menurut Sugeng Prasetyo, hal tersebut harusnya tidak perlu terjadi ditengah aksi damai yg dilakukan massa buruh. ” Tentu saya juga prihatin dengan kejadian tersebut. Ditengah aksi damai yg awalnya berjalan dengan tertib, damai, aman tiba tiba menjadi rusuh. Itu kan tentu saja menodai perjuangan para buruh itu sendiri. Saya setuju dengan Pak Gubernur, tindak tegas saja para perusuh itu. Biar ada efek jera ‘ tegas Sugeng prasetya diruang kerjanya. Disinggung peringatan May Day digrobogan, Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetya, mengapresiasi peringatan May day di Grobogan berjalan aman, tertib tanpa gejolak.” tentu saya mengapresiasi kepada para pekerja atau buruh di Kab Grobogan yg telah memperingati May day kemarin berjalan dengan tertib dengan melakukan kegiatan senam bersama, donor darah, juga hiburan dan undian undian yg menarik, dan kelihatan guyup serta penuh kekeluargaan” jelas sugeng. Sugeng juga mengharapkan peringatan may day tahun 2025 bisa menjadi momentum bagi para pekerja dan buruh untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan meminta kepada buruh dapat memaknai peringatan tersebut dengan damai tidak menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan. (kontributor : Ans