HAORNAS ke-42 di Grobogan: Momentum Olahraga, Kebersamaan, dan Pelestarian Budaya

Purwodadi – Suasana meriah memenuhi GOR Bung Karno, Selasa (9/9/2025). Ratusan pelajar tampak antusias mengikuti lomba-lomba unik yang kini jarang terlihat di era gawai: dagongan, bakiak, egrang, hingga hadang atau gobak sodor. Inilah cara Grobogan merayakan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-42 yang dirangkai dengan Festival Olahraga Tradisional (FOT) 2025. Dalam sambutannya, Bupati Grobogan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda, Drs. Kurnia Saniadi, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. “Festival Olahraga Tradisional menjadikan kita bernostalgia dengan permainan masa kecil. Semoga menyadarkan kita semua akan pentingnya olahraga, menjaga kebudayaan, sekaligus menjadi pemicu pembudayaan olahraga di masyarakat,” ujarnya. Momentum HAORNAS, lanjutnya, tidak boleh berhenti pada seremoni. Ada langkah nyata yang perlu dilakukan: menumbuhkan budaya olahraga sejak dini, memanfaatkan ruang publik sebagai arena aktivitas, serta melaksanakan pembinaan prestasi berbasis ilmu pengetahuan agar lahir atlet-atlet unggul. Bupati juga menekankan pentingnya mendorong industri olahraga dan sport tourism yang mampu membangkitkan pariwisata, UMKM, sekaligus membuka lapangan kerja baru. “Mari kita kolaborasi lintas sektoral—antara pemerintah, swasta, media, akademisi, komunitas, dan masyarakat luas. Dengan begitu, tema HAORNAS ke-42 ‘Olahraga Satukan Kita’ benar-benar terwujud,” tegasnya. (Sejumlah siswa berusaha mendorong bambu saat bermain Dagongan. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/kye/16) Festival ini diikuti 565 peserta dari 41 SMA/SMK/MA se-Kabupaten Grobogan. Mereka beradu keterampilan dalam empat permainan tradisional yang sarat makna: hadang atau gobak sodor yang menguji strategi dan kelincahan; dagongan asal Minahasa yang menuntut kekompakan mendorong bambu; bakiak yang melatih koordinasi langkah bersama; serta egrang yang mengasah keseimbangan dan keberanian. Kepala Disporabudar, Wahono, menyebut festival ini digelar sebagai sarana melestarikan sekaligus mempromosikan olahraga khas nusantara. Dukungan terhadap kegiatan ini juga terlihat dari partisipasi berbagai pihak. Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Hj. Lusia Indah Artani, SE, MM, hadir bersama jajaran Forkopimda, termasuk perwakilan TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan Agama, Kantor Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, serta Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi. Partisipasi para pimpinan ini menegaskan bahwa olahraga, tradisi, dan kebersamaan adalah urusan bersama yang perlu dirawat secara kolektif. Lebih dari sekadar perlombaan, HAORNAS dan Festival Olahraga Tradisional 2025 di Grobogan menjadi pengingat bahwa olahraga adalah bahasa universal yang menyatukan. Dari lapangan sederhana, lahir semangat sportivitas, solidaritas, hingga cinta budaya. Di balik riuh dagongan dan tawa peserta bakiak, terselip pesan penting: warisan nenek moyang bukan hanya untuk dikenang, tetapi dijaga, dihidupi, dan diwariskan kembali. Di sanalah makna olahraga sebagai perekat persatuan. (jsa)
789 PPPK Grobogan Terima SK, Momentum Integritas dan Kehangatan Bersama Ojol

Purwodadi – Tawa dan tepuk tangan pecah di Gedung Dewi Sri, Selasa (9/9/2025). Di tengah acara resmi penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), suasana cair tercipta berkat kehadiran para pengemudi ojek online (ojol). Mereka tak hanya menerima bantuan paket sembako, tetapi juga diajak berinteraksi langsung oleh Bupati Grobogan Bapak Setyo Hadi, Wakil Bupati Bapak Sugeng Prasetyo, Wakil Ketua DPRD Bapak Supardi, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Armunanto. Pertanyaan ringan seputar pengetahuan umum dilontarkan kepada para ojol. Jawaban polos yang disertai canda menghadirkan gelak tawa hadirin. Apalagi hadiah yang menanti cukup beragam: sepeda gunung, tabungan Bima, hingga doorprize berupa mesin cuci, dispenser, dan kipas angin. Kehangatan ini memberi warna berbeda dalam sebuah acara birokrasi yang biasanya berlangsung formal. Momentum Penyerahan SK PPPK Di balik suasana akrab itu, terselip momen penting bagi ratusan aparatur. Sebanyak 789 PPPK formasi tahun 2024 menerima SK pengangkatan, sementara pengambilan sumpah jabatan fungsional diikuti 5.767 PPPK Angkatan 2021-2024. Dari jumlah itu, 795 orang hadir langsung, sementara sisanya bergabung secara daring. “Alhamdulillah, hari ini bisa kita serahkan SK PPPK Formasi Tahun 2024 sebanyak 789 orang. Saya sangat bahagia dan bersyukur, karena Bapak dan Ibu telah mendapatkan status yang jelas dari pemerintah, sebagai Aparatur Sipil Negara dalam status PPPK,” ujar Bupati Setyo Hadi. Bagi beliau, momen ini terasa istimewa. Sebab, untuk pertama kalinya beliau menyerahkan SK PPPK sejak menjabat sebagai Bupati. Sumpah jabatan yang baru saja diikrarkan, tegasnya, bukanlah seremonial belaka, melainkan janji suci yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. “Jangan neko-neko (macam-macam). Hindari penyimpangan yang berdampak bagi diri sendiri, keluarga, maupun instansi. Bekerjalah sesuai tugas pokok dan fungsi. Ingat, jika melanggar, sanksi disiplin pasti tidak bisa dihindari, dan yang rugi adalah diri sendiri dan keluarga,” pesan beliau. Lebih lanjut, Bupati Setyo Hadi menekankan agar aparatur senantiasa menjaga sikap sopan, santun, dan disiplin. “Masyarakat semakin kritis, maka ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab Grobogan harus lebih mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang luas dan mengutamakan efisiensi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja. “Jalin komunikasi dengan semua pihak, kerjakan setiap kegiatan secara efisien tetapi hasilnya tetap optimal, dan perbanyak kegiatan yang manfaatnya berpihak kepada masyarakat”. Lanjutnya, “Saya percaya, dengan semangat baru para PPPK, kinerja birokrasi semakin meningkat, pelayanan publik makin berkualitas, dan visi Kabupaten Grobogan yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan bisa segera terwujud”. Pesan Kebersamaan dan Disiplin Wakil Bupati Bapak Sugeng Prasetyo menambahkan pesan senada. Beliau mengajak seluruh aparatur menjaga kerukunan dalam keberagaman masyarakat Grobogan. “Mari bersama-sama menghindari provokasi, adu domba, maupun tindakan anarkis. Kita wujudkan Grobogan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan dengan semangat guyub rukun, Mbangun Ndeso Noto Kuto,” ujarnya. Sementara itu, Sekda Anang Armunanto menekankan bahwa pengangkatan PPPK tidak hanya memberi kepastian status, tetapi juga hak berupa gaji dan tunjangan sesuai regulasi. Beliau mengingatkan agar core values ASN BerAKHLAK—berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif—betul-betul dihidupi dalam keseharian. Nilai dasar itu, menurutnya, adalah fondasi agar setiap langkah ASN mencerminkan integritas dan pengabdian. Wajah Dedikasi dari Aparatur Acara ini juga menghadirkan beragam kisah personal. Ada Anggun Prabowo, 56 tahun, PPPK tertua dari Dinas PUPR dengan masa kontrak dua tahun; Eko Wati, 55 tahun, dari Satpol PP-Damkar; hingga PPPK termuda berusia 23 tahun dari formasi guru PPG. Rentang usia ini menggambarkan wajah-wajah dedikasi yang bergabung dalam satu semangat: mengabdi demi pelayanan publik yang lebih baik. Refleksi Dari tawa para ojol hingga ikrar sumpah jabatan, dari pesan kedisiplinan hingga peneguhan nilai integritas, penyerahan SK PPPK kali ini menghadirkan lebih dari sekadar seremoni administrasi. Ia menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan aparatur, masyarakat, dan pemimpin daerah dalam satu momentum. Momen ini mengingatkan bahwa ASN, dengan status apa pun, tetaplah wajah negara di mata rakyat. Integritas, disiplin, dan sikap melayani bukan hanya kewajiban moral, melainkan jalan untuk merawat kepercayaan publik—seraya membangun birokrasi yang profesional, humanis, dan berpihak pada masyarakat. (jsa)
Transparansi Tanpa Batas: PPID Kabupaten Grobogan, Akses Informasi Publik Kini Lebih Mudah
Sekda Grobogan Tekankan ASN BerAKHLAK: Integritas dan Kedekatan dengan Masyarakat

Purwodadi — Kepercayaan publik terhadap aparatur negara tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga tumbuh dari sikap sehari-hari. Dari cara bekerja, cara berperilaku di jalan raya, hingga cara bermedia sosial—semuanya menjadi cermin integritas abdi negara di mata masyarakat. Pesan ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, saat memimpin apel pegawai di lingkungan Setda, Bappeda, BPPKAD, dan Satpol PP, Senin (8/9/2025). Ia menekankan, kritik yang muncul dari masyarakat melalui berbagai forum bukanlah sesuatu yang berlebihan, melainkan cermin harapan agar pelayanan pemerintah semakin baik. “Saya kira bukan sesuatu yang berlebihan yang disampaikan oleh masyarakat melalui forum-forum yang mereka gunakan, baik itu sifatnya kritik atau bahkan mungkin tamparan bagi kita semuanya, mestinya hal itu juga tidak berlebihan,” ujarnya. Dalam arahannya, Sekda mengingatkan pentingnya menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam keseharian. Nilai ini menjadi pedoman perilaku aparatur yang mencakup: Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Ia menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dibuat mudah, bukan dipersulit. Jika memang gratis, tidak boleh ada pungutan. “Sebagai pelayan, pastikan bicara dengan sopan, bertindak santun, bersabar menghadapi masyarakat yang berbeda-beda karakternya. Jangan mudah terpancing emosi,” pesannya. Selain itu, Sekda juga meminta aparatur bekerja optimal dengan mengutamakan efisiensi serta mengurangi pemborosan, termasuk dalam penggunaan fasilitas dinas. Dalam hal berlalu lintas, ASN diminta selalu tertib dan mendahulukan masyarakat, bukan justru mengganggu perjalanan mereka. Etika bermedia sosial pun tak luput dari perhatiannya. ASN diminta berhati-hati saat mengunggah atau meneruskan informasi, serta tidak mudah terpancing menanggapi kabar yang belum pasti kebenarannya. “Dan jangan juga flexing atau pamer kekayaan,” imbuhnya. Lebih jauh, ia mendorong ASN untuk aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat. Hubungan baik dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun unsur lain menjadi penting agar pemerintah dapat menerima masukan berharga dari mereka. Menutup arahannya, Sekda menyampaikan harapan agar seluruh aparatur senantiasa bersemangat dalam menjalankan tugas. “Insyaallah apa yang kita lakukan akan diterima masyarakat dan menjadi berkah bagi kita semuanya,” ujarnya. Melalui pesan-pesan ini, apel pegawai bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali makna pengabdian. Bahwa menjadi aparatur negara berarti menjaga integritas, merawat kepercayaan publik, dan menghadirkan pelayanan yang tulus bagi masyarakat. (jsa)
Sekda Ajak Pelajar MAN 1 Grobogan Cerdas Bermedia Digital

Purwodadi — Generasi muda hari ini tumbuh di tengah derasnya arus informasi dan perubahan teknologi yang kian cepat. Tantangannya bukan sekadar menguasai pelajaran di kelas, melainkan juga membangun kemampuan berpikir kritis, bersikap bijak, serta menjaga diri agar tidak mudah terhanyut pada hal-hal yang merugikan. Pesan itulah yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, saat bertindak sebagai pembina apel pagi di MAN 1 Grobogan, Senin (1/9/2025). Apel tersebut juga diikuti jajaran Pemkab, antara lain Asisten Administrasi Umum Sekda yang juga Plt. Kepala Dispendukcapil, Kepala Disporabudpar, serta perwakilan Dinas Pendidikan. Dalam amanatnya, Sekda Anang mengingatkan pentingnya menyiapkan diri menghadapi perkembangan zaman dengan sikap terbuka sekaligus penuh kehati-hatian. Menurutnya, kemajuan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar kecakapan teknis, tetapi juga kemampuan memilah mana yang bermanfaat dan mana yang justru menjerumuskan. “Cerdaslah bermedia sosial. Jadilah anak yang pandai memilih, ini berita benar atau kurang tepat. Kalau salah, jangan ikut menyebarkan,” pesannya. Ia menekankan, kebiasaan sederhana seperti berpikir sebelum membagikan informasi adalah fondasi penting bagi terciptanya ruang digital yang sehat. Dengan begitu, media sosial bisa menjadi sarana belajar, wadah inspirasi, sekaligus penguatan jejaring positif. Lebih jauh, Sekda juga menekankan bahwa literasi digital harus berjalan seiring dengan disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengendalikan diri. Tidak mudah terprovokasi, tidak cepat ikut-ikutan, serta mampu menimbang dampak dari setiap tindakan—itulah sikap yang membentuk pribadi kuat dan tangguh. Selain soal media digital, ia juga mengingatkan bahaya narkoba, minuman keras, dan pergaulan bebas. Menurutnya, masa depan hanya berpihak kepada mereka yang berpikir positif, optimis, dan mau bekerja keras. “Masa depan itu tidak akan pernah ramah bagi yang apatis, tidak akan kompromi bagi yang pemalas, dan tidak akan berdamai dengan mereka yang suka menyalahkan. Sebaliknya, masa depan akan berpihak pada orang yang berpikir positif, optimis, dan tekun berusaha. Silakan resapi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Orang tua kalian, bapak ibu di rumah itu tidak pernah henti-hentinya berdoa agar kalian sukses, agar kalian bisa lebih baik dari mereka.” Pesan-pesan tersebut sejalan dengan semangat MAN 1 Grobogan dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter. Sekolah ini terus meneguhkan visi terwujudnya peserta didik berakhlakul karimah berbasis religi, prestasi, peduli lingkungan, kemandirian, serta berwawasan global. Nilai-nilai itu terjabarkan dalam semboyan MANJUR: Mandiri, Akuntabel, Nasionalis, Jujur, Unggul, dan Ramah. Sebuah pijakan yang menegaskan komitmen sekolah dalam melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Melalui pendidikan karakter yang konsisten dan pendampingan berkelanjutan, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terus berupaya menyiapkan generasi Grobogan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Sebab masa depan daerah dan bangsa ada di tangan anak-anak muda hari ini—yang diharapkan mampu melangkah bukan dengan emosi sesaat, melainkan dengan kecerdasan, kebijaksanaan, dan semangat untuk maju bersama. (jsa)
Wakil Bupati Grobogan Hadiri Konferensi Internasional Pendidikan Dokter Spesialis

Jakarta— Tantangan pembangunan kesehatan tidak hanya berhenti pada ketersediaan layanan dasar. Lebih jauh, daerah juga dituntut menyiapkan tenaga medis unggul yang mampu menghadapi kompleksitas pelayanan kesehatan modern. Semangat inilah yang melandasi keterlibatan Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam forum internasional pendidikan kedokteran. Rabu (27/8/2025), Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo, S.E., M.M., menghadiri The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) di Hotel Raffles Jakarta. Beliau hadir bersama Direktur RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi dan Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan. Konferensi internasional yang digagas Kementerian Kesehatan RI ini mempertemukan pakar, akademisi, dan praktisi medis dari berbagai negara. Dengan keynote speech dari Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yulianto, forum membahas strategi peningkatan mutu pendidikan dokter spesialis melalui standar yang selaras, sistem yang kuat, dan pemberdayaan tenaga medis masa depan. Mengusung tema “Aligning Standards, Strengthening Systems, Empowering Future Specialists”, PGME 2025 menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan kedokteran, rumah sakit, dan pemerintah. Harapannya, kerja sama lintas sektor ini melahirkan dokter spesialis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berdaya saing global. Bagi Pemkab Grobogan, partisipasi dalam forum ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat kapasitas layanan kesehatan daerah. Kehadiran RSUD dr. Soedjati Soemodiardjo bersama Dinas Kesehatan diharapkan mampu membuka ruang pembelajaran serta jejaring kerja sama lintas institusi. Apa yang diperoleh dari forum ini nantinya dapat menjadi bekal untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit daerah dan menyiapkan sistem yang lebih siap menampung tenaga medis spesialis di masa mendatang. Partisipasi ini juga menunjukkan kesungguhan Grobogan untuk terus belajar dan memperkuat fondasi layanan kesehatan daerah. Dengan membuka ruang pembelajaran dan jejaring, pemerintah daerah berharap mutu rumah sakit dapat meningkat dan kapasitas tenaga kesehatan semakin terdukung. Sebab pada akhirnya, kesehatan tidak hanya soal layanan medis yang tersedia hari ini, tetapi juga bagaimana daerah bersiap membangun sistem yang lebih tangguh untuk menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan. (jsa)
Satgas MBG Tinjau Dapur dan Distribusi Makan Bergizi Gratis di Grobogan

Makan bergizi gratis bukan sekadar program, melainkan ikhtiar nyata menghadirkan generasi Grobogan yang sehat, kuat, dan siap bersaing. Agar tujuan itu benar-benar sampai kepada penerima manfaat, setiap tahap pelaksanaan terus dipantau secara langsung. Senin (25/8/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, yang juga selaku Ketua Satgas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama jajaran meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan D.I. Panjaitan dan Jalan Hayam Wuruk, Purwodadi. Peninjauan dilakukan dengan melihat langsung ketersediaan bahan pangan, proses persiapan menu, serta alur distribusi makanan melalui dialog dengan pengelola dapur. Dari lapangan diketahui, seluruh kebutuhan sayur, protein, dan buah diperoleh dari UMKM lokal. Tenaga kerja dapur pun berasal dari masyarakat Grobogan. Dengan begitu, program ini tak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah. Mekanisme pembiayaan melalui Badan Gizi Nasional berjalan lancar dengan sistem pembayaran di muka untuk 10 hari, sehingga ketersediaan bahan selalu terjamin. Distribusi juga didukung armada khusus menuju sekolah dan kelompok sasaran, dengan catatan keluhan yang sejauh ini relatif minim. SPPG Panjaitan setiap hari menyiapkan 2.497 porsi untuk anak KB, TPA, TK, SD, dan SMP, serta 336 porsi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sedangkan SPPG Hayam Wuruk menyiapkan 3.961 porsi, terdiri atas 3.271 porsi untuk peserta didik dari jenjang KB, TPA, TK, SD, SLB hingga SMA, serta 690 porsi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kedua SPPG tersebut saat ini didukung dua armada distribusi. Dalam kesempatan itu, Sekda menekankan pentingnya ketepatan sasaran, ketepatan waktu, dan kesinambungan layanan sebagai kunci keberhasilan program. Ia juga mengingatkan agar aspek keamanan makanan benar-benar diperhatikan untuk menghindari risiko keracunan, serta memastikan distribusi tidak terlambat agar tidak mengganggu siklus belajar mengajar di sekolah. Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen menjaga keberlangsungan program makan bergizi gratis. Lebih dari sekadar pemenuhan gizi masyarakat, program ini menjadi bagian dari upaya menguatkan ekonomi lokal sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, berdaya saing, dan menjadi penopang kemajuan daerah. (jsa)
Bupati Grobogan Raih PENAIS Award 2025: Pengakuan atas Dukungan Kehidupan Keagamaan

Jakarta — Penghargaan bukan sekadar simbol prestasi, melainkan cerminan dari kerja bersama yang dijalankan secara konsisten. Senin (25/8/2025), Pemerintah Kabupaten Grobogan menorehkan prestasi di bidang keagamaan melalui Penerangan Agama Islam (PENAIS) Award 2025 dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Pada malam penganugerahan yang digelar di Jakarta, penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dan diterima atas nama Bupati Grobogan, Setyo Hadi, oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Drs. Kurnia Saniadi, M.Si. Menteri Agama juga menutup acara sekaligus memberikan penghargaan kepada seluruh penyuluh agama Islam dan kepala daerah penerima Penais Award 2025, mengapresiasi dedikasi, inovasi, dan kontribusi nyata mereka dalam memperkuat kehidupan beragama di masyarakat. “Pada malam ini, jangan lihat apa yang diperoleh dan jangan lihat siapa yang memberikan. Kita yakin Tuhan dan malaikat menjadi saksi bahwa kita telah berjasa untuk mengangkat martabat kehidupan masyarakat di pelosok-pelosok Indonesia,” ujar Menag di Jakarta. PENAIS Award 2025 memberikan apresiasi kepada 43 kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, atas peran aktif mereka dalam mendukung kerja para penyuluh agama. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi nyata pemerintah daerah dalam menciptakan ruang dan kebijakan yang memungkinkan penyuluh hadir lebih dekat dengan masyarakat, sehingga manfaat dakwah, bimbingan, dan layanan keagamaan dapat dirasakan secara lebih luas. Menteri Agama menekankan bahwa peran penyuluh agama di masyarakat tidak hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga memahami kondisi sosial dan psikologis umat, memberikan penyuluhan rohani yang menghadirkan ketenangan serta kepuasan batin. “Kebutuhan masyarakat bukan hanya materi, bukan hanya pembangunan jalan atau sekolah, tetapi mereka membutuhkan penyuluhan rohani dan kepuasan batin,” tegasnya. Ia pun mengingatkan pentingnya ketulusan dalam menyampaikan pesan. “Semua yang keluar dari lubuk hati yang sangat dalam, itulah yang akan mendarat ke hati yang sangat dalam,” pungkas Menag. Bagi Pemkab Grobogan, penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan keseimbangan antara kemajuan fisik, penguatan pendidikan, dan pembinaan kehidupan beragama yang harmonis. PENAIS Award mengusung tema “Bergerak, Berinovasi dan Berdampak”, mencerminkan semangat transformasi layanan bimbingan dan penyuluhan agama Islam di seluruh Indonesia. Melalui langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen memperkuat peran dalam mendukung kehidupan keagamaan. Setiap program pembangunan diarahkan untuk menumbuhkan nilai kebersamaan, toleransi, dan keteguhan iman di tengah masyarakat. Pada akhirnya, penghargaan seperti PENAIS Award bukan hanya tentang pengakuan formal, tetapi tentang komitmen nyata menghadirkan masyarakat yang cerdas, bermoral, dan harmonis dalam kehidupan beragama. (jsa)
Satgas MBG Grobogan Tinjau Distribusi Makan Bergizi Gratis di Sekolah

Purwodadi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program nasional terus dipantau agar benar-benar sampai ke penerima manfaat. Senin (25/8/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Anang Armunanto, yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG, bersama jajaran usai meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan D.I. Panjaitan dan Hayam Wuruk, Purwodadi, melanjutkan pengecekan distribusi ke sekolah-sekolah. Sebagai salah satu program prioritas nasional, MBG dirancang untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup, sehingga tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Pemerintah daerah berperan mengawal agar manfaat tersebut benar-benar dirasakan oleh setiap siswa di sekolah. Di SD Negeri 9 Purwodadi, makanan tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Guru dan murid tampak bergotong royong membagikan nasi, lauk, sayur, dan buah yang disajikan dalam ompreng tertutup. Suasana kelas terasa akrab, anak-anak menikmati menu dengan riang. Tim Satgas juga mencatat beberapa hal sebagai bahan evaluasi, misalnya satu ompreng yang tidak berisi lauk ayam. Sekda kemudian berbincang dengan para siswa mengenai kebiasaan makan mereka. Anak-anak hampir serentak menjawab tidak ada yang enggan makan setiap hari. Hanya satu-dua siswa kadang menolak karena nasi lembek, ayam keras, atau sudah jajan lebih dulu. Beberapa anak kurang menyukai sayur atau buah, namun makanan yang tersisa biasanya dibagikan kepada teman lain agar tidak terbuang. Setelah meninjau SD, rombongan melanjutkan pemantauan ke SMP Negeri 1 Purwodadi. Paket MBG dari SPPG diturunkan di lobi sekolah. Setiap kelas memiliki jadwal piket, di mana siswa bertugas mengambil paket untuk dibagikan kepada teman-temannya di kelas masing-masing. Suasana berlangsung tertib, meski tampak ada siswa yang menunda atau tidak menghabiskan makanan karena belum berselera atau sudah kenyang. Sementara di SMA Negeri 1 Purwodadi, distribusi sedikit terlambat sehingga sebagian siswa sudah menerima makanan, sementara lainnya masih menunggu. Sekda menekankan pentingnya agar mekanisme distribusi terus diperbaiki, sehingga setiap siswa memperoleh makan bergizi tepat waktu tanpa mengganggu ritme belajar mengajar. Menjaga Asa Generasi Sehat Pemantauan ini menjadi wujud keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan program MBG berjalan tepat sasaran. Selain mencatat evaluasi, anak-anak juga belajar berbagi, mensyukuri, dan membiasakan diri mengonsumsi sayur serta buah. Lebih dari sekadar makan siang gratis, program nasional ini adalah investasi jangka panjang. Di balik sepiring nasi, lauk, dan buah yang tampak sederhana, tersimpan harapan besar: lahirnya generasi Grobogan yang sehat, kuat, dan cerdas. Melalui pemantauan ini, pemerintah daerah berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan program, sekaligus mendukung tindak lanjut perbaikan yang diperlukan, sehingga setiap suapan dapat menjadi bekal tumbuh kembang anak-anak. Dengan demikian, generasi muda Grobogan memperoleh asupan gizi optimal dan dapat terus berkembang sesuai potensinya. (jsa)
Semarak HUT ke-80 RI, Pemkab Grobogan Tunjukkan Kepedulian hingga Lapas Purwodadi

Purwodadi — Momentum kemerdekaan selalu menghadirkan ruang refleksi. Bukan hanya tentang bagaimana bangsa ini berdiri delapan puluh tahun lalu, melainkan juga bagaimana semangat itu diwujudkan dalam kepedulian pada seluruh lapisan masyarakat. Bahkan mereka yang tengah menjalani hari-hari di balik jeruji tetaplah bagian dari bangsa yang merdeka. Dalam semangat itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, bersama Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, dan Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Grobogan berkunjung ke Lapas Kelas IIB Purwodadi pada Minggu (17/8/2025). Rombongan diterima di Pendapa Basudewa oleh Kalapas Erik Murdiyanto beserta jajaran petugas. Suasana akrab segera terbangun. Rombongan diperlihatkan beragam karya warga binaan, mulai dari kerajinan tangan hingga produk olahan, hasil dari proses pembinaan dan pendampingan yang berlangsung setiap hari di dalam lapas. Sekda dan jajaran menyimak dengan penuh perhatian, sembari berdialog ringan dengan para petugas. Senyum, sapaan, dan percakapan hangat seakan menjadi jembatan sederhana yang mendekatkan pemerintah daerah dengan proses pembinaan yang tengah berlangsung. Sebagai bentuk kepedulian, Sekda menyerahkan sejumlah 350 pack hidangan siap saji kepada perwakilan narapidana. Momen sederhana itu tidak hanya sebatas seremoni, melainkan pengingat bahwa perhatian negara harus menjangkau semua, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Delapan puluh tahun kemerdekaan memberi makna bahwa kebebasan sejati bukan sekadar merdeka dari penjajah, tetapi juga keberanian untuk menumbuhkan harapan, menyemai kepedulian, dan merawat kemanusiaan di mana pun warganya berada. Pemerintah Kabupaten Grobogan akan terus berupaya menghadirkan perhatian yang merata, termasuk bagi warga binaan. Setiap langkah kecil dalam kepedulian adalah bagian dari komitmen bersama untuk menjadikan Grobogan lebih inklusif, berdaya, dan sejahtera. (jsa)