Komitmen Transparansi, Bupati Grobogan Pimpin Langsung Uji Publik KIP 2025

Semarang – Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali menegaskan keseriusannya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Pemkab Grobogan dalam Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025 yang berlangsung di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Rabu (26/11/2025). Dalam agenda strategis tersebut, Bupati Grobogan, Setyo Hadi, hadir memimpin langsung jajarannya. Beliau didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika serta Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Komunikasi Publik untuk memaparkan capaian keterbukaan informasi di wilayahnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana badan publik menjalankan amanat undang-undang terkait keterbukaan informasi. Penilaian tidak hanya terbatas pada ketersediaan informasi, namun mencakup aspek yang lebih luas seperti komitmen anggaran, ketersediaan sarana prasarana yang memadai, manajemen data yang terintegrasi, serta inovasi berkelanjutan dalam pelayanan informasi kepada masyarakat. Kualitas keterbukaan informasi Pemkab Grobogan diuji oleh tim panelis ahli yang terdiri dari akademisi dan praktisi, yakni Prof. Dr. Lita Tyesta ALW, S.H., M.Hum. (Guru Besar FH Universitas Diponegoro), Dr. Hasan, S.E., S.H., M.Sc. (Dekan FEBI Universitas Wahid Hasyim), serta Indra Ashoka Mahendrayana, S.E., M.H. (Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah). Partisipasi aktif yang dipimpin langsung oleh kepala daerah ini diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan indeks keterbukaan informasi publik di Kabupaten Grobogan.

Wabup Sugeng Prasetyo Buka PORKAB KORPRI 2025: 1.119 Atlet ASN Siap Berlaga

Tidak ada kebersamaan yang terbangun begitu saja. Ia tumbuh dari perjumpaan, dari usaha yang dilakukan bersama, dan dari kepercayaan untuk saling mendukung. Di lapangan olahraga, nilai itu terlihat nyata melalui disiplin, sportivitas, dan semangat untuk menguatkan satu sama lain. Senin (24/11/2025), Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) KORPRI Grobogan 2025 dibuka di GOR Bung Karno Purwodadi oleh Wakil Bupati Bapak H. Sugeng Prasetyo, S.E.M.M mewakili Bupati. Acara juga dihadiri Sekda Anang Armunanto selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Grobogan, jajaran Forkopimda, serta jajaran ASN dari seluruh perangkat daerah. PORKAB diselenggarakan sebagai ruang pembinaan untuk memupuk gaya hidup sehat, menjaring bakat, serta memperkuat hubungan kerja antarunit. Penyelenggara, Badan Pembina KORPRI dan BAPOR KORPRI, menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana penguatan kapasitas dan kebersamaan aparatur. Tahun ini tercatat 1.119 peserta yang terdiri dari 938 atlet dan 181 ofisial. Mereka berkompetisi pada enam cabang olahraga yaitu bola voli, futsal, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, dan e-sport. Pertandingan berlangsung 24 sampai 28 November 2025 dan para juara akan mewakili Grobogan pada PORPROV KORPRI tingkat provinsi. Pelayanan publik yang prima membutuhkan aparatur yang sehat, siap berkolaborasi, dan memiliki daya saing. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen mendukung pelaksanaan PORKAB sebagai kegiatan pembinaan yang berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya meraih prestasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Optimalkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Grobogan Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Validitas Data

Kemiskinan selalu menghadirkan sisi kemanusiaan yang perlu dipahami lebih dekat. Di balik setiap persentase terdapat keluarga yang berjuang, harapan yang tumbuh, dan masa depan yang ingin diraih bersama. Senin (24/11/2025), Sekda Anang Armunanto membuka Focus Group Discussion bertema Optimalisasi Penanggulangan Kemiskinan untuk Mewujudkan Kesejahteraan, di Purwodadi. Sekda menyampaikan bahwa pembahasan kemiskinan mengikuti pendekatan kebutuhan dasar sebagaimana digunakan BPS, yang menilai kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat. Tren penurunan kemiskinan di Grobogan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan positif dan selaras dengan target pembangunan daerah. Namun capaian itu belum menjadi garis akhir. Kedalaman dan keparahan kemiskinan masih menyisakan pekerjaan besar yang memerlukan penanganan serius dan terukur. Upaya penanggulangan kemiskinan juga menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan fiskal hingga akurasi data. Validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi fondasi agar intervensi tepat sasaran dan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Pembaruan data secara berkala diperlukan untuk mencegah potensi tumpang tindih program. Melalui forum ini, peserta diajak menyelaraskan langkah, mengenali persoalan nyata di lapangan, dan merumuskan rekomendasi yang aplikatif. Sekda berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat, mulai BPS, Dinas Sosial, PKH, perangkat desa, organisasi masyarakat, hingga perguruan tinggi. “Kita menyadari bahwa upaya penanggulangan kemiskinan telah menunjukkan hasil, tetapi tantangan di depan masih besar. Semua ini memerlukan data yang kuat, kolaborasi yang nyata, dan keberanian mengeksekusi kebijakan secara konsisten,” ujar Sekda. Dengan langkah bersama yang terencana dan berbasis data, Pemkab Grobogan berkomitmen memastikan setiap program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. sekdagrobogan #setdagrobogan #pemkabgrobogan #korprigrobogan #asn #BerAKHLAK #grobogan #jateng

Sekda Grobogan Tinjau Rehabilitasi Masjid Jabalul Khoir: Wujud Komitmen Akses Ibadah yang Inklusif

Mewujudkan ruang ibadah yang nyaman bagi semua orang bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi tentang menghadirkan nilai dasar pelayanan publik: akses yang setara, aman, dan manusiawi. Prinsip inilah yang menjadi perhatian Sekda Anang Armunanto saat meninjau rehabilitasi Masjid Jabalul Khoir pada Rabu (19/11/2025). Proyek yang dibiayai APBD Kabupaten Grobogan Tahun 2025 ini berjalan sejak 29 Agustus dan ditargetkan selesai pada 26 Desember 2025. Dalam peninjauan tersebut, Sekda tidak hanya memastikan perkembangan fisik, tetapi juga melihat bagaimana ruang ibadah dapat semakin ramah bagi seluruh kalangan, terutama penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah keberadaan jalur landai (ramp) untuk mendukung mobilitas jamaah. Sekda menekankan bahwa fasilitas inklusif tidak cukup hanya memenuhi spesifikasi teknis. Penempatan, kemiringan, dan keterhubungan ramp dengan area salat perlu dirancang agar menyatu dengan alur jamaah dan mudah diakses secara alami. Ia mendorong agar ramp tidak sekadar hadir sebagai pemenuhan standar, tetapi menjadi bagian dari desain utama yang benar-benar memudahkan pengguna. Selain itu, Sekda menegaskan pentingnya memastikan sistem drainase tetap berfungsi baik demi menjaga kenyamanan ruang ibadah. Pendekatan ini mengingatkan bahwa pembangunan tidak berhenti pada wujud fisik. Yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas publik dapat digunakan secara layak, aman, dan bermartabat. Masjid yang tertata dan mudah diakses bukan hanya mencerminkan nilai kesetaraan dalam ajaran agama, tetapi juga menjadi bukti bahwa pelayanan publik hadir melalui keputusan desain yang memperhatikan kebutuhan masyarakat. Melalui penataan yang lebih inklusif, fungsional, dan terukur, Pemkab Grobogan berupaya memastikan bahwa fasilitas ibadah benar-benar mendukung kenyamanan jamaah dan dapat digunakan secara optimal oleh siapa pun yang datang beribadah. #sekdagrobogan #setdagrobogan #pemkabgrobogan #korprigrobogan #asn #BerAKHLAK #groboganupdate #fasilitaspublik #aksesibilitas #inklusi #pembangunandaerah #masjidramahdisabilitas

Pemkab Grobogan Raih Bhumandala Kanaka 2025: SIGANA Hadirkan Lompatan Baru dalam Penanggulangan Bencana

Jakarta— Di tengah upaya memperkuat tata kelola kebencanaan, Kabupaten Grobogan kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Bhumandala Award 2025, Grobogan meraih Bhumandala Kanaka (Emas) untuk kategori Pemerintah Kabupaten berkat inovasi SIGANA – Sistem Informasi Grobogan Aman Bencana, yang dikembangkan oleh BPBD Grobogan. Penghargaan ini diserahkan kepada Bupati Grobogan, Setyo Hadi, dalam seremoni di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Muh. Aris Marfai, menegaskan bahwa Bhumandala bukan sekadar penghargaan teknis, tetapi simbol bagaimana pengetahuan kebumian digunakan untuk melindungi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa standar geospasial nasional memuat unsur-unsur dasar—garis pantai, toponimi resmi, kartimetri, hingga batimetri—yang sering kali tidak tersedia pada peta komersial. Karena itu, pemerintah daerah perlu memaksimalkan data tersebut untuk menghasilkan inovasi yang lebih presisi dan benar-benar bermanfaat. Bagi Grobogan, apresiasi ini bukan hanya pengakuan, tetapi juga pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan konsistensi. “Alhamdulillah, kami merasa senang dan bangga, SIGANA mampu meraih penghargaan dari BIG. Tanpa harus melupakan, bahwa itu juga termasuk cambuk bagi kami untuk terus komitmen dalam penanggulangan bencana,” ujar Bupati. Ia menyampaikan terima kasih kepada BPBD Grobogan dan seluruh perangkat daerah yang telah mengembangkan SIGANA hingga tampil di tingkat nasional. Harapannya, prestasi ini menjadi pijakan untuk memperkuat penerapan data geospasial dalam pembangunan daerah. “Semoga prestasi ini menjadi pemicu untuk semakin meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” tambahnya. SIGANA hadir sebagai platform digital untuk pemantauan dan pelaporan bencana secara cepat, akurat, dan terintegrasi. Melalui pemanfaatan informasi geospasial, aplikasi ini membantu BPBD merespons kejadian secara tepat waktu sembari melibatkan masyarakat untuk memberikan laporan langsung dari lokasi. Pendekatan pentahelix yang digunakan—melibatkan pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, dan media—menunjukkan bahwa penanggulangan bencana adalah kerja kolektif, di mana setiap unsur memiliki peran yang saling melengkapi. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, menjelaskan bahwa SIGANA dapat diunduh melalui Playstore dan digunakan secara luas oleh masyarakat. Setiap pelapor diminta mengisi data diri, melakukan swafoto di lokasi kejadian, dan mengirim titik koordinat. Proses ini memastikan keaslian laporan sekaligus memudahkan tim TRC (Tim Reaksi Cepat) menuju lokasi, terutama dalam kasus seperti pohon tumbang atau kejadian yang menuntut respon cepat. Setelah laporan terkirim, notifikasi otomatis masuk ke Pusdalops melalui Telegram sebelum tim diterjunkan. Seluruh penanganan kemudian terdokumentasi di sistem, sehingga masyarakat dapat melihat kronologi, dokumentasi, hingga riwayat kejadian melalui aplikasi maupun situs web SIGANA. Sejak mulai dikembangkan pada 2022, SIGANA terus disempurnakan. Tahun 2023 difokuskan pada pengembangan fitur, 2024 pada peningkatan kapasitas SDM, dan 2025 menjadi tahun konsolidasi agar fitur yang ada semakin lengkap, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan lapangan. Kini SIGANA tersedia dalam versi aplikasi dan website sigana.bpbd.grobogan.go.id, memperkuat upaya Grobogan menghadirkan teknologi yang berpihak pada keselamatan warganya. Prestasi di Bhumandala Award ini menjadi penanda bahwa inovasi kebencanaan bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi bagaimana teknologi itu menjembatani kebutuhan masyarakat pada situasi paling genting. Dengan SIGANA, Grobogan menunjukkan bahwa langkah kecil yang dijalankan secara konsisten dapat menghasilkan perubahan besar—membuat daerah lebih siap, lebih sigap, dan lebih peduli terhadap ancaman bencana yang datang tanpa menunggu waktu. (jsa)

Sambut HUT ke-54 Korpri, Seminar Grobogan Ber-Akhlak Perkuat Peran ASN dalam Pelayanan Publik

Purwodadi — Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) hadir di halaman Setda Grobogan dalam Seminar Grobogan Berakhlak, rangkaian HUT ke-54 Korpri, Senin (17/11/2025). Tema seminar, “Korpri Pemersatu Bangsa Siap Mewujudkan Asta Citra”, menjadi landasan untuk meneguhkan peran ASN dalam melaksanakan kebijakan publik, melayani masyarakat, dan menjaga persatuan bangsa. Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, yang juga Ketua DP Korpri Kabupaten Grobogan, menegaskan bahwa ASN, sebagaimana amanat Undang-Undang ASN, memiliki tugas dan fungsi strategis: pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, dan perekat persatuan bangsa. Seminar ini, menurutnya, menjadi momen penting untuk mengingatkan kembali fungsi dan tanggung jawab ASN. “Kita kuatkan semangat ini untuk benar-benar bekerja keras mengabdi kepada bangsa, negara, daerah, dan masyarakat. Lebih peka terhadap masalah daerah dan lebih empati pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Bupati Grobogan, Setyo Hadi, menambahkan, tantangan pelayanan publik kian kompleks. ASN dituntut menjadi birokrasi yang adaptif, terpercaya, dan tetap menjaga persatuan. Menurutnya, ASN adalah teladan sekaligus penggerak pembangunan, yang memastikan pemerintahan tetap efektif dan dekat dengan masyarakat. Dalam sesi motivasi, Ustaz kondang Wijayanto menyoroti tantangan karakter bangsa. Pertama, kekayaan tanpa kerja—mental ingin kaya instan, menurutnya, menjadi akar berbagai masalah sosial, dari korupsi hingga maraknya perjudian online. “Orang pengen budaya instan. Ini akar dari korupsi. Akar kenapa orang korupsi, pengen segera mendapatkan,” ujar dia. Selain itu, Ustaz menegaskan enam petaka bangsa Indonesia lainnya: “Kenikmatan tanpa suara hati, pengetahuan tanpa karakter, perdagangan tanpa moralitas, ilmu tanpa kemanusiaan, agama tanpa pengorbanan, dan politik tanpa prinsip.” Ia menekankan pentingnya membangun etos kerja unggul, yang mencakup kerja sebagai rahmat, amanah, panggilan, aktualisasi, ibadah, seni, kehormatan, sekaligus bentuk pelayanan. Dengan prinsip-prinsip ini, ASN tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menempatkan nilai moral dan kepedulian dalam setiap langkah pelayanan publik. Rangkaian kegiatan juga mencakup penyerahan hibah keagamaan kepada pondok pesantren dan tempat ibadah, serta penghargaan bagi pemenang Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Provinsi Jawa Tengah ke-XXXI Tahun 2025. Kehadiran kegiatan ini memberi warna nyata dalam seminar, menghadirkan momen yang terasa langsung bagi masyarakat dan generasi muda, di tengah pesan moral dan semangat pelayanan. Secara keseluruhan, seminar menjadi pengingat bahwa pelayanan publik bukan sekadar prosedur atau angka. Ketika ASN menempatkan hati dan akal dalam setiap langkah, masyarakat merasakan manfaat—dari pelayanan yang lebih responsif, birokrasi yang beretika, hingga warga yang merasa diperhatikan dan dihargai. (jsa)

Bupati Grobogan Dorong Penguatan Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Lebih Layak

Purwodadi — Meningkatkan kualitas pendidikan bukan sekadar menjalankan daftar program. Lebih dari itu, setiap fasilitas, layanan, dan sumber daya di sekolah harus mampu mendukung proses belajar yang optimal. Di sinilah pemerintah daerah dan lembaga pemeriksa negara bertemu: menyamakan langkah, meninjau capaian, dan memperkuat hal-hal yang sudah berjalan baik. Senin pagi (17/11/2025), di ruang rapat Wakil Bupati Grobogan, Bupati Setyo Hadi didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Armunanto menerima Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah dalam agenda Exit Meeting Pemeriksaan Kepatuhan atas kegiatan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dasar tahun anggaran 2024 hingga triwulan III 2025. Pertemuan tersebut juga dihadiri Inspektorat, BPPKAD, Bappeda, dan Dinas Pendidikan. Tim BPK telah bekerja di Grobogan sejak 16 Oktober hingga 18 November 2025, melanjutkan pemeriksaan pendahuluan melalui permintaan data dan proses desk review. Dalam pertemuan itu, tim auditor menekankan perlunya perhatian lebih pada pemutakhiran data sarana dan prasarana, kelayakan fasilitas, serta kecukupan dukungan operasional sekolah. Catatan-catatan ini penting agar perencanaan, penganggaran, dan pengelolaan pendidikan berjalan lebih akurat dan tepat sasaran. Bupati Setyo Hadi menyambut baik masukan tersebut. “Kami berterima kasih atas pemeriksaan yang telah dilakukan. Rekomendasi ini tentu akan menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya. Sekda Anang Armunanto menegaskan bahwa tindak lanjut rekomendasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari arah pembangunan daerah. “Misi ketiga Kabupaten Grobogan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berbudaya. Maka setiap rekomendasi BPK akan kami respons dengan langkah-langkah perbaikan yang terukur,” jelasnya. Pertemuan pagi itu bukan sekadar menutup rangkaian pemeriksaan. Ia menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada laporan atau asumsi. Data yang akurat, fasilitas yang memadai, serta kerja sama konsisten antara pemerintah dan lembaga pemeriksa menjadi fondasi untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat. Dengan tindak lanjut yang tepat, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di Grobogan diharapkan tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi juga mendukung proses belajar yang lebih efektif, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik. (jsa)

Bupati Grobogan Lakukan Kunjungan Kerja untuk Sinkronisasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Kecamatan Pulokulon

Bupati Grobogan melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka sinkronisasi penyelenggaraan pemerintahan desa dengan Pemerintahan Kabupaten Grobogan di Kecamatan Pulokulon pada Kamis, 13 November 2025. Acara yang dipusatkan di Aula Desa Karangharjo ini dihadiri oleh para kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta jajaran pejabat pemerintah kabupaten. Dalam sambutannya, Bupati Grobogan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan selaras dan efektif. Beliau juga menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pelayanan publik, sehingga harus terus diperkuat dalam hal tata kelola, transparansi, dan inovasi pelayanan. Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menampung aspirasi dan permasalahan yang dihadapi desa-desa di Kecamatan Pulokulon. Beberapa isu strategis yang dibahas meliputi peningkatan kualitas infrastruktur desa, optimalisasi penggunaan dana desa, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkup pemerintahan desa. Melalui kegiatan sinkronisasi ini, diharapkan komunikasi antarlevel pemerintahan semakin solid sehingga pembangunan di Grobogan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Pemerintah kabupaten menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi desa dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

Bangun Daerah dari Kebersamaan: Bupati Grobogan Ajak Desa dan Kabupaten Bergerak Searah

Membangun daerah tidak cukup hanya dengan proyek fisik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pemerintah dari desa hingga kabupaten bergerak searah, saling melengkapi, dan bekerja untuk tujuan yang sama: kesejahteraan masyarakat. Selasa (11/11/2025), Bupati Grobogan, Bapak Setyo Hadi melakukan Kunjungan Kerja ke Kecamatan Penawangan untuk menyelaraskan penyelenggaraan pemerintahan desa dan kabupaten. Kegiatan yang digelar di GOR Desa Jipang ini dihadiri para kepala desa, perangkat desa, unsur BPD, Bumdesma, Bumdes, Kopdes Merah Putih, serta Forkopimcam Penawangan. Dalam suasana pertemuan yang hangat, Bupati mengingatkan pentingnya kesetaraan peran antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. “Bupati itu bukan penguasa. Begitu juga kepala desa dan lurah, semuanya pelayan masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, semangat melayani harus menjadi dasar dalam setiap langkah pemerintahan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antara kabupaten, desa, provinsi, dan pusat, terutama dalam menjalankan program prioritas nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih dan MBG (Makan Bergizi Gratis). Program-program tersebut baru akan memberi hasil yang kuat bila seluruh pihak bergerak bersama. Dalam kesempatan itu, Bupati menjelaskan kembali pentingnya memahami siklus perencanaan pembangunan yang melibatkan masyarakat sejak tahap penyusunan hingga evaluasi. Setiap rencana perlu dijalankan dengan disiplin dan kesabaran agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga, meski hasilnya tidak selalu bisa langsung dirasakan. Menutup pertemuan, Bupati berpesan agar para kepala desa dan perangkatnya tetap menjaga kerendahan hati serta kepekaan sosial di lingkungan masing-masing. “Hindari sifat sombong, hargai sesama. Bila ada tetangga yang rumahnya tidak layak huni, segera komunikasikan dengan camat dan kabupaten,” pesannya. Melalui kunjungan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan terus membangun kedekatan dan komunikasi dengan pemerintah desa. Harapannya, setiap rencana pembangunan yang disusun bersama dapat terimplementasi dengan baik dan membawa manfaat bagi warga.

Pemkab Grobogan Lepas Kafilah MTQH XXXI: Menyalakan Semangat Qur’ani untuk Generasi Berakhlak dan Berprestasi

Nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan dan dilantunkan, tetapi juga dihidupkan dalam sikap, kerja keras, dan keteladanan sehari-hari. Dari sanalah makna Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) menemukan arti yang sesungguhnya, yakni sebagai ajang untuk menumbuhkan generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak. Senin (10/11/2025), Wakil Bupati H. Sugeng Prasetyo mewakili Bupati melepas kafilah Kabupaten Grobogan yang akan berlaga pada MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 di Pendapa Kabupaten. Tahun ini, sebanyak 19 peserta diberangkatkan untuk mengikuti berbagai cabang lomba yang akan digelar di Kabupaten Tegal pada 10–14 November 2025. Dalam kesempatan itu, Pemkab Grobogan menyampaikan dukungan dan doa agar para kafilah dapat menampilkan kemampuan terbaiknya, menjaga nama baik daerah, serta meraih prestasi yang membanggakan. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQH menjadi ruang pembinaan karakter dan spiritualitas generasi muda agar nilai-nilai Al-Qur’an terus hidup di tengah masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi keagamaan dan memperkuat tradisi keilmuan Islam yang mencerahkan. Semangat para kafilah mencerminkan upaya bersama untuk terus belajar, berbuat baik, dan memberi manfaat bagi sesama. Dari ajang seperti inilah, nilai-nilai kebaikan tumbuh dan menguat dalam kehidupan masyarakat Grobogan.