Wabup Sugeng Prasetyo Buka PORKAB KORPRI 2025: 1.119 Atlet ASN Siap Berlaga

Tidak ada kebersamaan yang terbangun begitu saja. Ia tumbuh dari perjumpaan, dari usaha yang dilakukan bersama, dan dari kepercayaan untuk saling mendukung. Di lapangan olahraga, nilai itu terlihat nyata melalui disiplin, sportivitas, dan semangat untuk menguatkan satu sama lain. Senin (24/11/2025), Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) KORPRI Grobogan 2025 dibuka di GOR Bung Karno Purwodadi oleh Wakil Bupati Bapak H. Sugeng Prasetyo, S.E.M.M mewakili Bupati. Acara juga dihadiri Sekda Anang Armunanto selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Grobogan, jajaran Forkopimda, serta jajaran ASN dari seluruh perangkat daerah. PORKAB diselenggarakan sebagai ruang pembinaan untuk memupuk gaya hidup sehat, menjaring bakat, serta memperkuat hubungan kerja antarunit. Penyelenggara, Badan Pembina KORPRI dan BAPOR KORPRI, menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana penguatan kapasitas dan kebersamaan aparatur. Tahun ini tercatat 1.119 peserta yang terdiri dari 938 atlet dan 181 ofisial. Mereka berkompetisi pada enam cabang olahraga yaitu bola voli, futsal, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, dan e-sport. Pertandingan berlangsung 24 sampai 28 November 2025 dan para juara akan mewakili Grobogan pada PORPROV KORPRI tingkat provinsi. Pelayanan publik yang prima membutuhkan aparatur yang sehat, siap berkolaborasi, dan memiliki daya saing. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen mendukung pelaksanaan PORKAB sebagai kegiatan pembinaan yang berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya meraih prestasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Optimalkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Grobogan Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Validitas Data

Kemiskinan selalu menghadirkan sisi kemanusiaan yang perlu dipahami lebih dekat. Di balik setiap persentase terdapat keluarga yang berjuang, harapan yang tumbuh, dan masa depan yang ingin diraih bersama. Senin (24/11/2025), Sekda Anang Armunanto membuka Focus Group Discussion bertema Optimalisasi Penanggulangan Kemiskinan untuk Mewujudkan Kesejahteraan, di Purwodadi. Sekda menyampaikan bahwa pembahasan kemiskinan mengikuti pendekatan kebutuhan dasar sebagaimana digunakan BPS, yang menilai kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat. Tren penurunan kemiskinan di Grobogan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan positif dan selaras dengan target pembangunan daerah. Namun capaian itu belum menjadi garis akhir. Kedalaman dan keparahan kemiskinan masih menyisakan pekerjaan besar yang memerlukan penanganan serius dan terukur. Upaya penanggulangan kemiskinan juga menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan fiskal hingga akurasi data. Validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi fondasi agar intervensi tepat sasaran dan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Pembaruan data secara berkala diperlukan untuk mencegah potensi tumpang tindih program. Melalui forum ini, peserta diajak menyelaraskan langkah, mengenali persoalan nyata di lapangan, dan merumuskan rekomendasi yang aplikatif. Sekda berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat, mulai BPS, Dinas Sosial, PKH, perangkat desa, organisasi masyarakat, hingga perguruan tinggi. “Kita menyadari bahwa upaya penanggulangan kemiskinan telah menunjukkan hasil, tetapi tantangan di depan masih besar. Semua ini memerlukan data yang kuat, kolaborasi yang nyata, dan keberanian mengeksekusi kebijakan secara konsisten,” ujar Sekda. Dengan langkah bersama yang terencana dan berbasis data, Pemkab Grobogan berkomitmen memastikan setiap program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. sekdagrobogan #setdagrobogan #pemkabgrobogan #korprigrobogan #asn #BerAKHLAK #grobogan #jateng