BERITA
Keterbukaan
Informasi Publik
Ditulis oleh Humas    Jumat, 05 April 2013 02:19    PDF Cetak Surel
Perikanan Di Grobogan Terus Menggeliat

panen_ikan_webGROBOGAN -  Dalam  rangka meningkatkan  sumber daya perikanan sebagai sumber  utama penghidupan, pendapatan dan kesejahteraan yang berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Grobogan sejak tahun 2012 telah melakukan penebaran benih ikan sejumlah 200.000 ekor berbagai jenis ikan.

  Kepala Dinas Peternakan dan perikanan Kabupaten Grobogan, Drh. Riyanto,MM melaporkan  luas perairan umum daratan Kabupaten Grobogan mencapai 1.769,86 hektare meliputi waduk, sungai dan rawa-rawa/genangan. Sedangkan luas potensial untuk budidaya ikan mencapai 30 hektare. Sedangkan produksi  perikanan di tahun 2012 mencapai 1.364,3 ton atau senilai 18 miliar rupiah.

 Tahun 2012 lalu,  kami telah melaksanakan kegiatan penebaran benih ikan  sebanyak kurang lebih 200.000 ekor benih di 6 Kecamatan, yakni di waduk Nglangon Kecamatan Kradenan, Waduk Gambrengan Kecamatan Toroh, Bendung Dumpil Ngaringan, Embung Kalimoro Kedungjati,  Perairan Umum Desa rambat Kecamatan Geyer, dan Perairan Umum Desa Taruman Kecamatan Klambu. Untuk mendukung percepatan pembangunan dan perkembangan perikanan, Pemkab Grobogan juga menyediakan benih ikan melalui Balai Benih Ikan (BBI) dan melalui Unit Pembenihan Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidaya ikan, Kelompok Pengolah Hasil perikanan dan jaringan pemasaran yang memadai ” jelasnya disela-sela panen raya di Desa Klambu Kecamatan Klambu beberapa waktu lalu (25/3).

 Riyanto juga menambahkan beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan potensi perikanan di wilayah Grobogan  antara lain   rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani ikan, ancaman hama dan penyakit, musim kemarau yang menyebabkan  banyaknya perairan umum yang mengering, dan belum berkembangnya industri rumah tangga pengolahan ikan. Namun pihaknya yakin, kedepan perikanan di Kabupaten  Grobogan akan terus meningkat.

 Sementara itu Ketua Kelompok tani ikan Kedungbatu Desa Klambu, Sutrisno mengungkapkan  kelompok tani ikan miliknya telah memperoleh bantuan PUMP (Pengembangan Usaha Mina Pedesaan) di tahun 2012 sebesar Rp. 65 juta yang dimanfaatkan untuk pengembangan usaha ternak ikan bersama 10 anggotanya.

 Kami terus terang sangat senang sekali atas perhatian pemerintah yang telah membantu kami untuk mengembangkan usaha perikanan. Tahun 2012 lalu kami menerima bantuan  65 juta yang kami gunakan untuk perbaikan dan penambahan kolam sebanyak 3 kolam dengan ukuran 25 x 40 meter ada juga yng berukuran 30 x 40 meter, untuk pembelian benih, pakan dan yang lainnya. Ini dulu saya kasih benih 5000 ekor, bawal, patin, nila, ada pula lele yang kami perkirakan untuk tiap kolamnya ini bisa menghasilkan 9 kwintal sampai 1 ton dengan harga per kilogram sebesar Rp. 12.000, dan ini diambil tengkulak langsung dari Magelang. Untuk rata-rata ikan bawal per kilo sejumlah 5 ekor usia 4 bulan. Dan angka kematian cukup kecil dibawah 5 persen. Disekitar kolam kami juga menanam kangkung sebagai pakan tambahan ” jelas Sutrisno dengan semangat.

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 05 April 2013 02:25 )