BERITA
Keterbukaan
Informasi Publik
Ditulis oleh Humas    Kamis, 04 April 2013 05:02    PDF Cetak Surel
Menyambut Tahun Kunjungan Wisata Jateng, Grobogan Gelar Tayub

tayub_webGROBOGAN -  Menyambut tahun kunjungan wisata 2013, Pemerintah Kabupaten Grobogan menggelar festival tayub  yang dikuti 19 kelompok dari   Provinsi Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur di Alun-alun Kabupaten Grobogan Rabu (27/3). Selain untuk menyambut tahun kunjungan wisata, Festival tayub tersebut digelar dalam rangkaian hari jadi Kabupaten  Grobogan yang ke 287.

Kepala Disporabudpar Grobogan, Drs. Hery Rusdiyanto, MM, lomba tayub digelar  dengan tujuan memperkenalkan karya seni tayub juga untuk mempertahankan jati  diri dan nilai-nilai luhur yang dimiliki masyarakat Kabupaten Grobogan.

Memang lomba tayub  ini digelar utamanya untuk mendukung visit jawa tengah tahun 2013. Selain itu juga untuk merevitalisasi budaya lokal secara berkelanjutan sehingga jati diri dan nilai-nilai luhur yang terkandung didalam seni tayub itu bisa di pertahankan. Karena kita tahu bahwa Tayub itu sendiri berasal dari kata di tata dan guyub. Artinya mari kita selalu menata diri secara guyub atau gotong royong yang tanpa pamrih memajukan pembangunan disegala aspek. Untuk pesertanya sendiri dari Kabupaten / Kota Jawa Tengah, DIY, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Tulungagung, Nganjuk dan tuban total diikuti 19 kelompok” Jelas Hery saat memberi sambutan.

Hery juga menambahkan, lomba tersebut selain memberikan tontonan juga memberikan tuntunan bagi masyarakat  yang kurang memahami makna dari pada tayub.

Jelas selain tontonan, sudah pasti mengandung tuntunan juga meningkatkan potensi wisata seni dan budaya kas Kabupaten Grobogan. Selain juga untuk menghibur kepada wisatawan / masyarakat juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tayub adalah kesenian rakyat yang banyak mengandung filosofi kehidupan yakni kegotong royongan dan tidak berbau purnografi maupun purno aksi namun lebih kepada kesesuaikan gerak, ekspresi dan irama ” tambahnya.

Pada festival tayub tersebut sebagai juara pertama diraih  Kabupaten Blora dan mendapat uang pembinaan sebesar Rp.5 juta, juara dua Kabupaten Sragen mendapat uang pembinaan Rp, 4,5 juta dan juara tiga kabupaten Wonogiri memperoleh Rp 4 juta. Sedangkan sebagai juara harapan I diraih Kabupaten Tuban dan mendapat uang pembinaan sebesar Rp 3 juta, disusul Kecamatan Wirosari Grobogan mendapat uang pembinaan Rp 2 juta, dan ketiga diraih kabupaten Gunung Kidul dan berhak mendapat uang pembinaan sebesar Rp.1 juta. Sebagai Dewan Juri pada festival tayub tersebut,  Dinbudpar Prov. Jateng, Dosen ISI Surakarta, Dosen ISI Jogyakarta, Dosen UNNES Semarang dan Kabid Kebudayaan Disporabudpar Kab. Grobogan.

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 04 April 2013 05:05 )